Perjalanan Zigi, Karateka Kebanggaan Indonesia Asal NTB

Orang Tua Setia Mengantar, Dapat Peringkat 25 Dunia

zigi Karateka Kebanggaan Indonesia Asal NTB
TAMPIL : Ahmad Zigi Zaresta Yuda saat tampil di The World Karate Federation (WKF) Karate 1 Series A di Shanghai China belum lama ini. (NASRI BOEDJANA/RADAR LOMBOK)

Perjalanan setiap atlet meniti karir di dunia olahraga tidak melulu mudah. Atlet karate andalan NTB, Ahmad Zigi Zaresta Yuda misalnya. Ia melewati perjalanan panjang. Dulu, ia diantar berlatih menggunakan sepeda.


NASRI BOEDJANA-MATARAM


Patut dicontoh, kesungguhan dalam berjuang menjadi atlet andal benar-benar dilalui dari tangga paling bawah. Zigi sapaan akrabnya, menggeluti karate tercatat sejak 2014. Bermula dari adanya kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya.Saat itu ia masih duduk di bangku SDN 2 Lingsar Lombok Barat. “ Saya kenal dunia olahraga sejak di bangku SD,” kenangnya kepada Radar Lombok, Jumat (15/2).

BACA JUGA: Lama Mengendap, Sepak Takraw Akhirnya Buat Even

Bekalnya adalah kemauan dan semangat. Pelan dan pasti ia mulai menikmati latihan lewat bimbingan pelatihnya. Ditambah dengan dukungan orang tua, ia semakin bersemangat latihan di sekolah.

Ayahnya adalah teladan. Zigi selalu diantar latihan menggunakan sepeda tua. Ketekunan Zigi dalam berlatih semakin tumbuh berkat dorongan sang ayah.

Memasuki kelas 4 SD, Zigi mulai mengikuti sejumlah lomba yang nantinya mengantarkannya ke  prestasi. Dimulai saat ia mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), FORSENI, dan sejenisnya yang saat itu masih tingkat kabupaten dan provinsi.

Saat kelas 5, sosoknya mulai melaju ke tingkat nasional. “Alhamdulillah beruntung orangtua saya juga sangat mendukung saat itu. Ayah saya rela menunggu saya selesai latihan,” tuturnya.

Saat di bangku SMPN 2 Lingsar, Zigi masuk perguruan karate, INKAE. Berkat ketekunan, dan keuletan mengikuti berbagai program di tempat ini, ia dipercaya mengikuti sejumlah kejuaraan nasional tingkat junior, dan hasilnya ia tidak pernah absen dari juara dan medali.

Di SMAN 1 Lingsar, atlet kelahiran 14  Januari 1998 ini semakin intens mengikuti berbagai kejuaraan di luar daerah. Seperti Kejurnas, Piala Mendagri, O2SN, dan sejenisnya. Dari sejumlah event itu, putra semata wayang Yuda Madi ini makin bersinar. Ia dipercaya mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan dunia di Spanyol. Meski demikian, Zigi tidak lupa dengan tugas akademik di sekolahnya. Bahkan sampai ia masuk Universitas Mataram.

BACA JUGA: KONI NTB Terima Golden Award PWI

Karirnya di Cabor karate makin gemilang. Atlet spesialis nomor KATA ini kerap diutus mengikuti kejuaraan dunia. Belum lama ini di ajang The World Karate Federation (WKF) Karate 1 Series A di Shanghai China, ia meraih ranking dua. Di daftar peringkat dunia, ia berada di urutan 23 dunia.

Prestasi ini dianggapnya tidak berasal dari hal instan. Ia masih tetap berusaha mengejar ranking menuju olimpiade. Zigi mengaku fokus mempersiapkan diri di pra kualifikasi olimpiade. Hal itu dilakukan lewat sejumlah laga tingkat dunia. Tahun 2017 lalu Zigi sempat menduduki ranking 23 dunia. Namun karena sempat vakum, rankingnya menjadi 32. “ Tapi beruntung, setelah saya berhasil raih ranking dua di laga The World Karate Federation (WKF) Karate 1 Series A di Shanghai China beberapa waktu lalu, rangking saya kembali meningkat ke peringkat 25 dunia,”tutupnya.(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid