Demo Ricuh, Kapolsek Kena Bogem, Enam Mahasiswa Diamankan

UNJUK RASA: Pihak kepolisian terlihat mengamankan para mahasiswa yang berunjuk rasa dengan cara anarkis, di depan Kantor Gubernur NTB, Kamis (25/4). (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Unjuk rasa para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram, menuntut stabilisasi harga jagung yang anjlok, hingga pemerataan kualitas pendidikan di depan Kantor Gubernur NTB, berakhir ricuh, Kamis (25/4).

Keributan pecah saat massa aksi yang bergerak di Jalan Pejanggik Nomor 12, Kota Mataram, atau di depan Kantor Gubernur NTB itu mulai membakar spanduk. Itu dilakukan para mahasiswa, karena mereka tidak puas hanya ditemui oleh Kepala Biro Ekonomi NTB, Lalu Wirajaya, dan bukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi secara langsung.

Akibatnya, aksi saling dorong dengan para petugas keamanan pun tidak terelakkan. Bahkan Kapolsek Mataram yang sedang melakukan pengamanan (hendak memadamkan api spanduk, red), wajahnya terkena bogem massa pendemo. Selanjutnya kejar-kejaran antara massa dan polisi pun terjadi, bahkan hingga masuk ke Lapangan Bumi Gora depan Kantor Gubernur NTB. Enam mahasiswa diamankan, dan dinaikkan ke mobil polisi.

Dalam aksinya, selain menuntut stabilisasi harga jagung yang anjlok ditingkat petani, mahasiswa juga menginginkan adanya pemerataan kualitas pendidikan di NTB. “Stabilkan harga jagung yang ada di NTB, dan turunkan harga pupuk serta obat-obatan tani,” kata Koordinator Lapangan, Fathul Bayan dalam orasinya.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi NTB Lalu Wirajaya saat dikonfirmasi mengatakan, aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM UNDIKMA Mataram itu menyampaikan tuntutan terkait isu-isu nasional hingga isu daerah. Hanya saja dia tidak tahu lebih detail apa yang menjadi poin-poin tuntutan para mahasiswa tersebut.

Baca Juga :  Pemprov Bantah Program Beasiswa NTB Dihapus

Saat beraksi lanjutnya, para pendemo ingin ditemui langsung oleh Pj Gubuernur NTB Lalu Gita Ariadi. Sedangkan Pj Gubernur NTB sendiri sedang tugas di luar daerah, menghadiri acara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI. “Nah saya belum dapat (tuntutan mahasiswa, red). Tadi mereka belum berikan (tuntutannya) ke saya,” singkat Wirajaya.

Terpisah, Satreskrim Polresta Mataram juga membenarkan kalau pihaknya telah mengamankan enam mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur NTB. Mereka diamankan, lantaran menyampaikan orasi dengan cara anarkis. Bahkan Kapolsek Mataram dibogem pada bagian wajahnya saat sedang melakukan pengamanan.

“Enam mahasiswa ini kami amankan karena diduga menjadi provokator,” ujar Kasatreskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama.

Keenam mahasiswa yang diamankan itu masing-masing berinisial MTJ, FB, MR, MI, YDA, dan MAS. Para mahasiswa ini melakukan aksi unjuk rasa di empat titik, yaitu di Kantor Gubernur NTB, Polda NTB, DPRD NTB dan Dinas PUPR NTB.

Disampaikan Yogi, mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa itu berasal dari salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Mataram. “Sebelumnya aksi unjuk rasa itu berjalan normal. Namun ada oknum dari adik-adik kita (mahasiswa) yang melakukan upaya provokasi,” sebut Kasatreskrim.

Baca Juga :  NTB Potensi Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan Kedepan

Tidak hanya itu, mahasiswa juga sempat memblokir jalan di depan Kantor Gubernur NTB, dan melawan petugas yang tengah melakukan pengamanan. “Dalam hal ini Kapolsek Mataram sempat terkena pukulan dari salah satu mahasiswa,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengamankan enam mahasiswa. Selanjutnya sebagai tindak lanjut dari kasus ini, Kepolisian akan memanggil para pihak di kampus. “Sementara kami lakukan upaya interogasi, dan selanjutnya kami akan mengundang pihak kampus, dan orang tua masing-masing mahasiswa tersebut,” ujar Yogi.

Sedangkan Kapolsek Mataram, Kompol Tauhid mengaku dirinya menjadi korban bogem oknum mahasiswa saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur NTB. Para mahasiswa meminta dipertemukan dengan Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, tetapi penjabat tersebut tidak ada. “Yang keluar menemui massa aksi Karo Ekonomi, tapi mereka menolak,” sebut Tauhid.

Adanya aksi pemukulan terhadap dirinya, setelah dia berusaha memadamkan api dari spanduk yang dibakar massa aksi. “Karena api semakin membesar, spanduk yang dibakar itu saya injak (padamkan). Begitu saya ambil spanduk, lalu (saya) dipukul,” katanya.

Tauhid mengaku terkena pukulan di bagian pipi sebelah kiri oleh salah satu mahasiswa. “Hanya satu (mahasiswa) yang mukul saya, dan saya tau dia, karena dia mukul dari depan,” tandas Tauhid seraya menyampaikan, kalau para mahasiswa juga memblokade jalan, padahal itu tidak boleh. (rat/sid)

Komentar Anda