Mataram Mulai Kelabakan Tangani Tumpukan Sampah

SAMPAH MENUMPUK : Sampah mulai menumpuk di salah satu TPS di Kota Mataram imbas TPA Kebon Kongok ditutup. (Ali Ma’shum/Radar Lombok)

MATARAM – Dampak penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Lombok Barat langsung dirasakan oleh Kota Mataram. Pemkot Mataram mulai kelabakan menangani tumpukan sampah. Antrean truk pengangkut sampah cukup mengular dan terlihat di Jalan Lingkar Selatan. Truk sampah tersebut masih menantikan lokasi untuk menurunkan sampah yang diangkut dari Kota Mataram. Sampah juga menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan depo.

Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana merespons dampak penutupan TPA Kebon Kongok ini. Kota Mataram disebutnya sangat terdampak oleh penutupan sementara TPA Kebon Kongok. ‘’Yang jelas sekarang banyak penumpukan sampah,’’ ujar H Mohan Roliskana, Senin (1/7).

Dia mengaku sudah mendapat laporan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram. Lalu disiapkan solusi untuk jalan keluar penanganan sampah satu pekan ke depan. ‘’Paling tidak satu pekan ke depan itu disiapkan sehingga tidak ada penumpukan sampah di depo-depo maupun TPS. Itu disiapkan sekarang,’’ katanya.

Wali Kota berharap pengerjaan pemasangan membrane di TPA Kebon Kongok cepat dituntaskan. Dengan demikian penanganan dan pengangkutan sampah dari Kota Mataram kembali normal seperti semula. ‘’Kita berharap itu cepat selesai sehingga tidak mengganggu aktivitas iritasi pembuangan sampah dari Kota Mataram ke TPA Kebun Kongok,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Luas Wilayah Kota Mataram Menyusut 1,17 Hektare

Lalu opsi sementara sudah disiapkan untuk menampung sampah selama TPA Kebon Kongok ditutup. Antara lain sampah dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya. ‘’Dibuang ke sana dulu ke TPST lama. Itu kita aktivasi lagi,’’ imbuhnya.

Gerak cepat dan upaya maksimal harus dilakukan oleh Kota Mataram dengan jumlah volume sampah yang banyak. Apalagi saat ini ada kegiatan balap Motocross Grand Prix (MXGP) yang dilaksanakan di Sirkuit Selaparang Rembiga. Kegiatan internasional tersebut juga menyumbang volume sampah yang cukup banyak dan harus ditangani. ‘’Kebetulan sekarang kan lagi ada kegiatan internasional. Penutupan TPA tentunya akan berdampak. Tetapi sudah saya tekankan terutama di areal event utama dan venue utama supaya klir sampahnya,’’ jelasnya.

Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern Sandubaya diakuinya cukup membantu jumlah sampah yang dibuang ke TPA berkurang. Sedangkan untuk solusi jangka panjang, Pemkot Mataram berharap pembangunan TPST di Kebon Talo bisa dipercepat. Karena dengan keberadaan dua TPST modern. Kota Mataram tidak akan terlalu bergantung pada pembuangan sampah ke TPA Kebon Kongok. ‘’Solusi jangka panjang ya TPST modern harus segera kita bangun besok sehingga kita tidak terlalu bergantung pada TPA Kebon Kongok. Insyaallah ke depan bisa kita tangani,’’ terangnya.

Baca Juga :  11 PPPK Nakes Ajukan Sanggahan

Sebelumnya, Kepala DLH Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, penutupan TPA Kebon Kongok berdampak pada penanganan sampah di Kota Mataram. Salah satu persiapan yang dilakukan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat yang juga terkena dampak penutupan sementara TPA Kebon Kongok. ‘’Kita koordinasi dengan Lombok Barat agar bisa dimanfaatkan tanah mereka yang kosong untuk kita buang sementara di sana sambil menunggu TPA Kebon Kongok dibenahi,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, Denny mengatakan penumpukan sampah di seluruh Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Mataram tidak bisa dihindari selama TPA Kebon Kongok ditutup. ‘’Itu di TPS. Tapi kalau di wilayah publik saya pikir tidak ada penumpukan,’’ terangnya.

Opsi lain yang dipersiapkan adalah menjadikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya lama lokasi sementara. TPST Sandubaya yang lama dinilai masih mampu untuk menampung sampah di dua kecamatan selama penutupan sementara TPA Kebon Kongok. ‘’TPST Sandubaya yang lama kan masih tetap beroperasi dia. Kita lihat situasi nanti, kalau tidak memungkinkan kita buang ke Lombok Barat atau tidak punya alternatif lain, ya kita buka dulu Sandubaya. Seperti itu sementara ini persiapan kita,’’ katanya. (gal)

Komentar Anda