TPA Kebon Kongok Ditutup, Sampah tak Terkontrol

SAMPAH : Sampah tak terurus di pinggir jalan dekat pasar Gerung kemarin. (Igit/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Penutupan sementara TPAR Kebon Kongok selama lima hari menyebabkan sampah di wilayah Lobar tidak terkontrol. Di sejumlah titik sampah berserakan. TPAR Kebon Kongok kembali dibuka hari ini. Penutupan dilakukan untuk memperlancar pembuatan geomembrane di landfill TPA.

Pantauan koran ini, sampah berserakan di antaranya di pinggir jalan dekat pasar Gerung sekitar pukul 09.00 wita kemarin. Sampah juga menumpuk di tempat lain.

Kepala UPTD TPAR Kebon Kongok Radiyus Ramli mengatakan, mulai Kamis hari ini TPAR Kebon Kongok sudah dibuka kembali. Pembuatan geomembrane sudah selesai. Besok (hari ini_red) sudah mulai dibuka, TPAR sudah normal,” katanya kemarin.

Mulai hari ini sampah yang dari Lombok Barat dan Kota Mataram bisa dibuang ke TPA. Selama penutupan, masing-masing daerah menyiapkan lokasi pembuangan sementara. Pemkot Mataram menyiapkan TPST Sandubaya sedangkan Lombok Barat menyiapkan lokasi di Desa Taman Ayu.

Baca Juga :  Empat Orang Batal Lulus PPPK

Kepala Desa Taman Ayu M. Tajuddin yang ditemui menerangkan bahwa selama tiga hari ini sampah yang dari Lombok Barat dibuang di lokasi khusus di desanya. “ Sudah tiga hari. Sampah dibuang di lahan warga, jauh dari perkampungan,” katanya.

Setelah normal, sampah di lokasi sementara akan ditimbun agar tidak menimbulkan bau.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat Hermansyah mengatakan penutupan TPA Kebon Kongok dilakukan karena adanya pembuatan geomembrane. Estimasi pengerjaan untuk pembuatan geomembran dilakukan selama satu sampai dua  pekan. Pemkab Lobar sudah menyiapkan lokasi sebagai tempat pembuangan sampah darurat. “Untuk pembuangan sampah sementara di tanah lahan milik Pemda yang berlokasi di Desa Taman Ayu,”katanya.

Baca Juga :  Kepesertaan BPJS Kesehatan Perangkat Desa di Lombok Barat Dinonaktifkan

Diketahui, penutupan sementara TPAR Kebon Kongok dilakukan sejak 29 Juni lalu yang menyebabkan pengangkut sampah untuk sementara tidak dilakukan. Pihaknya menyiapkan 20 armada untuk mengangkut sampah. Penanganan sampah selama ini terkendala jumlah armada dan kondisi cuaca di tengah meningkatnya produksi sampah karena adanya acara keagamaan.

Dari data terakhir, produksi sampah tahun ini naik sebesar 85 persen dari semula 250 ton perhari menjadi 480 ton perhari yang didominasi sampah plastik dari limbah rumah tangga.(git/ami)

Komentar Anda