TPST Sandubaya Hanya Mampu Bertahan Empat Hari

TRUK SAMPAH : Truk sampah Dinas Lingkungan Hidup antre untuk menurunkan sampah di TPST Sandubaya. (Ali Ma'shum/Radar Lombok)

MATARAM – Dampak penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat semakin dirasakan oleh Kota Mataram. Apalagi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya yang dipersiapkan untuk lokasi pembuangan sampah sementara tambah penuh. TPST Sandubaya disebut hanya mampu menampung sampah Mataram untuk empat hari ke depan. “TPST Sandubaya masih memungkinkan menerima sampah untuk tiga atau empat hari ke depan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, Selasa (2/7).

Dengan kondisi tersebut, TPST tidak akan mampu menampung sampah di Kota Mataram. Apalagi setiap harinya terus menerima kiriman sampah. Sejak TPA Kebon Kongok ditutup karena sedang dilakukan persiapan pembukaan land fill baru. Truk pengangkut sampah milik DLH, antre untuk menurunkan sampah di TPST Sandubaya. “Karena kan di sana kita pusatkan sementara untuk penurunan sampah yang diangkut,” katanya.

Saat ini, TPST Sandubaya sudah terisi sekitar 500 ton sampah. Jumlah tersebut setengah dari daya tampung TPST Sandubaya. “Kira-kira setengahnya lagi bisa kita tangani di sana. Sekitar 600 ton lagi bisa kita tangani,” bebernya.

Baca Juga :  Saber Pungli Siap Proses Jukir Nakal

DLH menyiapkan opsi penanganan sampah selain di TPST Sandubaya. Sampah nantinya akan dibuang di lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan TPST Kebon Talo. Opsi tersebut pernah dilaksanakan beberapa tahun lalu ketika TPA Kebon Kongok ditutup. “Di situ akan dibuang. Nanti kami akan keruk dulu tanahnya kemudian dimasukkan sampahnya di sana,” ungkapnya.

Opsi tersebut sejalan dengan instruksi Kementerian PUPR yang datang ke lokasi pembangunan TPST Kebon Talo, Jum’at pekan lalu (28/6). Kementerian memberi instruksi lahan yang dipersiapkan di Kebon Talo harus diurug terlebih dahulu. “Jadi sekalian kita kerja. Kita bisa kerjakan urug tanahnya. Terus tanahnya bisa untuk nutupin sampah di sana. Ini alternatif ketika TPST Sandubaya sudah penuh,” terangnya.

Kembali ke penutupan TPA Kebon Kongok yang rencana awalnya hanya 5 hari. Saat ini sudah memasuki hari ketiga dan dampaknya sangat terasa untuk Kota Mataram. DLH melakukan upaya ekstra agar tidak ada tumpukan sampah di pinggir jalan. “Kita tunggu saja dua hari ini. Kalau memang belum selesai maka kami harus melakukan alternatif kedua dibuang ke Kebon Talo,” jelasnya.

Baca Juga :  Ipal Komunal Kota Mataram Ditender Skala Internasional¬†

Soal antrean truk pengangkut sampah yang mengular di Jalan Lingkar Selatan pada hari Senin (1/7). Denny mengatakan, kejadian tersebut karena kesalahpahaman. DLH menerima informasi TPA Kebon Kongok sudah dibuka, tetapi nyatanya belum dan kendaraan pengangkut sampah terlanjur berangkat. “Miskomunikasi saja kemarin. Di tengah jalan kami menerima informasi Kebon Kongok masih ditutup. Makanya teman-teman balik lagi akhirnya ke Sandubaya,” terangnya.

Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana mengingatkan DLH untuk menyiapkan opsi penanganan sampah selama TPA Kebon Kongok ditutup. Opsi diperlukan agar sampah tertangani dengan baik. “Sudah dilaporkan ke saya untuk opsi yang disiapkan. Salah satunya aktivasi TPST Sandubaya. Di sana dulu diturunkan sampahnya sambil menyiapkan opsi yang lain. Yang jelas pasti kita terdampak dengan penutupan ini,” katanya. (gal)

Komentar Anda