Anggaran Bidding Tuan Rumah PON 2028 Belum Tersedia

TAMPIL : Inilah penampilan atlet saat tampil di ajang PON Papua belum lama ini. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Perjuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) sepertinya akan kembali kandas. Ini terjadi setelah muncul kabar belum tersedianya anggaran untuk Bidding Tuan Rumah PON 2028.

“Anggaran KONI NTB untuk Bidding tuan rumah PON 2028 belum tersedia. Tapi sementara ini kita akan terus perjuangkan,” kata Wakil Ketua DPRD NTB H Mori Hanafi.

Dikatakannya, peluang NTB bergandengan dengan NTT dan Bali menjadi tuan rumah bersama cukup besar. Namun sayang, kesiapan anggaran masih tanda tanya. Karena belakangan ini anggaran untuk Bidding Tuan Rumah PON itu masih belum tersedia. Termasuk di tim TAPD belum ada kejelasan apapun. Namun demikian, pihaknya di DPRD NTB akan terus memperjuangkan anggaran Bidding yang berjumlah sekitar Rp 10 miliar tersebut. Karena secara syarat, sejumlah fasilitas olahraga di NTB sudah cukup layak. Belum lagi ditambah dengan fasilitas yang ada di Bali dan NTT.

BACA JUGA :  Pelatih dan Atlet Lompat Pelatda NTB ke Pelatnas

“Kemungkinan kita menjadi tuan rumah bersama dengan Bali dan NTT itu sangat besar, ” lanjutnya.

Dalam hal ini, Mori sangat berharap pihak eksekutif juga ikut bekerja keras mencari celah untuk bisa menjadi tuan rumah bersama PON 2028. Artinya, Pemerintah tidak bisa menyelesaikan keinginan hanya dengan omongan saja, tapi harus juga aktif turun mencari kesiapan anggaran itu.

BACA JUGA :  Bang Zul Ucapkan Selamat untuk Andrian, Peraih Perunggu SEA Games 2017

Sementara itu, Ketua KONI NTB H Andy Hadianto mengatakan, pada prinsipnya pihak KONI NTB sudah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi NTB tentang rencana Bidding Tuan Rumah PON 2028. Adapun kaitannya dengan ketersediaan anggaran untuk Bidding tersebut, pihaknya menyerahkan kepada pemerintah. Karena, keputusan ada di pemerintahan. Namun bagaimanapun juga, pihaknya akan tetap ikut berjuang.

“Yang jelas kita sudah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi NTB tentang rencana Bidding. Selanjutnya kita menunggu keputusan Pemerintah saja,” tutupnya. (rie)