640 Pebalap Internasional Ikuti GFNY Lombok

MATARAM—Keindahan alam Pulau Lombok ternyata menarik perhatian ratusan pebalap sepeda internasional untuk mengikuti sport tourism (olahraga wisata) Gran Fondo New York (GFNY) Lombok, yang akan berlangsung pada 2 Oktober 2016 mendatang.

“Dari target peserta sebanyak 540 orang pebalap. Update (data terkini) di website panitia hingga hari ini (kemarin, red) peserta GFNY Lombok sudah mencapai 640 pebalap. Ratusan pebalap ini berasal dari 30 negara, seperti Amerika, Jepang, Cina, Malaysia, Singapura, New Zealand, Norwegia, Polandia, Inggris, Belanda, Italia, Meksiko, Kanada, Jerman, Skotlandia, Algeria, dan lainnya,” kata Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, Kamis (22/9).

Selain peserta luar negeri sambung Kadis, GFNY Lombok juga banyak diikuti peserta dari dalam negeri, seperti dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Samarinda, Papua, dan lainnya. “Termasuk kegiatan juga bakal diikuti oleh tamu undangan VIP, yakni Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan isteri tercinta, CEO Jawa Pos Grup, Azrul Ananda, Ketua PB ISI, Raja Okto Saptahari, dan tentu saja Gubernur NTB, TGH M Zaenul Majdi, yang memang penghobi olahraga bersepeda,” jelas Faozal.

Sementara salah satu penggagas kegiatan GFNY, Tenne Permatasari menyampaikan, kegiatan bersepeda ini ada dua kategori, yaitu jarak 120 kilometer dan 80 kilometer, serta bersifat race, atau lomba kecepatan. Karena itu, mengapa masing-masing peserta juga dibekali chip timing (pengatur waktu), yang otomatis akan berhenti ketika waktu yang telah ditentukan masing-masing kategori telah terlampaui.

“Untuk jarak 180 meter, batas waktu yang diberikan sekitar 12 jam. Sedangkan untuk 80 kilometer, mungkin batas waktunya sekitar 4 atau 5 jam. Lebih dari itu, maka chip timing akan cut of time (otomatis berhenti), dan bila peserta belum memasuki garis finish berarti gagal atau gugur,” beber Tenne.

Karena bersifat perlombaan, maka panitia juga menyediakan hadiah untuk masing-masing pemenang, sesuai kategori. “Hadiah pemenang kategori tim bersepeda, juara pertama akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 20 juta, kemudian juara dua Rp 10 juta, dan juara tiga Rp 6 juta. Selain itu, kami juga akan memberikan hadiah kepada peserta tercepat mencapai garis finish, berupa sepeda merk Focus yang harganya Rp 60 juta,” beber Tenne.

“Mengingat GFNY ini merupakan kegiatan internasional, dan akan menggunakan jalur hampir di seluruh kabupaten/ kota se Pulau Lombok, kecuali Kabupaten Lombok Timur. Maka untuk pengamanan kegiatan akan melibatkan sekitar 1.800-an aparat kepolisian,” pungkas Tenne.

Dijelaskan Tenne, GFNY merupakan branding olahraga wisata bersepeda yang berpusat di New York, Amerika. Dimana untuk seluruh dunia, hanya ada 14 negara saja yang menyelenggarakan kegiatan GFNY ini, termasuk Indonesia, dan itu di Pulau Lombok.

“Pemilihan Lombok juga bukan sembarangan pilih, namun melalui proses panjang yang akhirnya mendapat persetujuan dari GFNY pusat di New York. Dimana salah satu syarat utama, lokasi penyelenggaraan harus memiliki jalur jalan raya yang bagus, dan memiliki panorama alam yang indah. Ternyata Lombok memenuhi kriteria tersebut,” pungkas Tenne seraya bertekad akan menjadikan Pulau Lombok ini sebagai Pulau Bersepeda. (gt)