Sepuluh Penerbang Paramotor Meriahkan Parade Budaya NTB di Jakarta

JAKARTA—Sepuluh penerbang Paramotor, anggota DPD Federasi Aerospace Indonesia (FASI) Jakarta, turut memeriahkan Parade Budaya NTB di acara Car Free Day Jalan Tahmrin – Sudirman, Jakarta, Minggu kemarin (17/7).

Parade yang dilepas secara resmi oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti, dan Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI tersebut, diikuti oleh 250 kontingen kesenian dari Lombok dan Sumbawa.

Parade sendiri diawali dengan pelepasan 500-an pesepeda berasal dari berbagai komunitas sepeda Jakarta, yang nantinya akan ikut ambil bagian dalam sport tourism (olahraga wisata) bersepeda internasional Gran Fondo New York (GNFY) yang akan berlangsung di Lombok, 2 Oktober 2016 mendatang.

PESERTA GFNY: Wagub NTB, H Muhammad Amin, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar RI, Esthy Reko Astuti, didampingi Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, melepas 500 pesepeda peserta GFNY dari Jakarta yang akan mengikuti kegiatan sepeda internasional di Lombok, 2 Oktober mendatang.

 

Selanjutnya berturut diikuti oleh kontingen-kontingen seni budaya khas Lombok dan Sumbawa, mulai dari rombongan mahasiswa NTB di Jakarta yang membawa berbagai macam backdrop bertuliskan even-even besar kepariwisataan yang akan berlangsung di NTB. Mulai dari Bersepeda Internasional GNFY Lombok, Kompetisi Paralayang Internasional, Rinjani 100 (Rinjani Ultra), Bulan Budaya Lombok Sumbawa 2016, hingga Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke XXVI.

“Kami atas nama Kementerian Pariwisata RI mengepresiasi positif apa yang telah dilakukan Pemda NTB dalam mempromosikan sektor kepariwisataannya ini di Jakarta. Ini merupakan implementasi kebijakan Menteri Pariwisata RI, dimana Gedung Sapta Pesona, atau Kantor Kementerian Pariwisata RI selalu terbuka untuk kegiatan apapun dari daerah-daerah,” kata Esthy.

Provinsi NTB menurut Esthy, dengan dukungan eksekutif maupun legislatifnya yang begitu kompak, dan sangat peduli terhadap pengembangan sektor kepariwisataan di daerahnya, tentu saja akan mendapat dukungan balik dari Kemenpar RI.

“Semakin banyak kunjungan wisatawan ke NTB, baik domestik maupun mancanegara, maka hal itu sekaligus menjadi keberhasilan Pemerintah Nasional dalam mengembangkan sektor pariwisata. Harapannya, dari 260 juta pergerakan wisatawan seluruh dunia, paling tidak ada 12 juta wisatawan mancanegara diantaranya yang akan berkunjung ke Indonesia, termasuk ke Lombok dan Sumbawa,” harap Esthy.

Disadari, seindah apapaun alam yang ada di Lombok dan Sumbawa, jikalau tidak terus dipromosikan keluar daerah, atau bahkan keluar negeri, maka tidak ada calon wisatawan yang mengetahui. “Kami salut dengan upaya promosi yang kini sedang dilakukan Pemda NTB ini di Jakarta. Karena bagaimanapun, Jakarta sebagai Ibukota merupakan hub bagi pergerakan wisatawan nasional. Sehingga sangat tepat kiranya mengadakan kegiatan-kegiatan promosi di Jakarta,” tutur Esthy.

Atraksi sepuluh penerbang Paramotor yang ikut memeriahkan Parade Budaya Lombok Sumbawa, juga sangat diapresiasi oleh Deputi Esthy. Bahkan ribuan warga Jakarta yang sedang berolahraga atau jalan-jalan di car free day sendiri sampai bertanya-tanya ketika ada rombongan penerbang Paramotor berkeliling di atas gedung-gedung pencakar langit sepanjang Jalan Sudriman-Thamrin, dan berputar-putar di atas Monas, sambil membawa spanduk bertuliskan Visit Lombok Sumawa, hingga aneka giat kepariwisataan yang akan berlangsung di NTB.

“Memang sudah seharusnya begitu cara promosi yang tepat. Tarik perhatian dulu masyarakat untuk melihat, setelah itu baru berikan penjelasan atau promosi melalui gelaran seni budaya, maupun selebaran. Kreatifitas-kreatifitas promosi seperti inilah yang benar. Salut untuk Pemda NTB,” ujar Esthy bangga, sekaligus bertanya-tanya dalam hati, bagaimana cara Pemda NTB mengurus ijin untuk terbang bagi sepuluh penerbang Paramotor tersebut.

Sementara Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, dalam sambutan menyampaikan bahwa Pemda NTB sangat serius menggarap sektor kepariwisataannya. Sehingga dalam upaya promosi yang dilakukan juga tidak kalah seriusnya. “Seperti dalam hal mengupayakan sepuluh penerbang Paramotor bisa berkeliling di udara Pusat Kota Jakarta, dengan membawa aneka spanduk kegiatan wisata di NTB ini,” paparnya.

Memang tidak murah biayanya lanjut Amin, namun apa yang dilakukan ini juga akan sepadan dengan hasil yang akan dicapai nanti. “Coba lihat saja ocupancy (tingkat keterisian) hotel-hotel di Lombok ketika musim liburan kemarin, tidak ada satupun hotel yang kamarnya tidak terisi oleh tamu. Semua itu merupakan hasil dari gencarnya upaya promosi yang dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya oleh Disbudpar NTB, termasuk stakeholdernya,” urai Wagub.

Sedangkan Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, dalam laporan menyampaikan, agenda Direct Promotion Lombok Sumbawa di Jakarta kali ini, dilakukan untuk mempromosikan berbagai agenda kepariwisataan yang akan berlangsung di NTB, khususnya di Lombok dalam waktu dekat ini.

“Agenda pertama yaitu promosi pelaksanaan tiga sport tourism (olahraga wisata) yang akan berlangsung di Lombok dalam waktu dekat ini. Diantaranya kegiatan Rinjani 100 (sebelumnya bernama Rinjani Ultra), yaitu lomba lari mendaki Gunung Rinjani, yang rencananya akan diikuti oleh 500 pelari. Hingga detik ini, pihak panitia telah menerima pendaftaran peserta sebanyak 480 pelari, sehingga dalam waktu dekat pendaftaran akan terpenuhi kuota dan ditutup,” jelas Faozal.

Sport tourism berikutnya lanjut Faozal, yaitu pelaksanaan Kompetisi Paralayang Internasional, yang akan berlangsung di Are Guling, Kabupaten Lombok Tengah. Sedangkan agenda ketiga yaitu Sepeda Marathon Internasional, GFNY (Gran Fondo New York) Lombok, yang bakal diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai belahan dunia, dengan tajuk The Race On The Exotic Island Of Lombok.

Tak hanya itu beber Faozal, kesempatan ini sekaligus juga untuk memperkenalkan Lombok atau NTB sebagai tuan rumah perhelatan MTQ Nasional ke XXVI, serta agenda tahunan Bulan Budaya Lombok Sumbawa 2016, yang akan digelar selama sebulan penuh. “Melalui promosi  di Jakarta ini, diharapkan dapat diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia, yang pada akhirnya akan berkunjung ke NTB untuk melihat perhelatan besar kepariwisataan ini,” pungkas Faozal. (gt)

BACA JUGA :  NTB Sukses Gelar Balap Sepeda GFNY