Penyeberangan Pototano-Kayangan Ditutup

Penyeberangan Pototano-Kayangan Ditutup
DITUTUP SEMENTARA: Penyeberangan dari pelabuhan Bangsal ke tiga gili ditutup sementara karena gelombang tinggi. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gelombang tinggi terjadi di wilayah perairan NTB. Akibatnya, pelabuhan vital yang menghubungkan pulau Lombok dengan pulau Sumbawa ditutup untuk sementara waktu. 

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Benete, Jamaludin menyampaikan, pihaknya harus membatalkan seluruh jadwal pelayaran yang menghubungkan Poto Tano Kabupaten Sumbawa, ke Pelabuhan Kayangan Kabupaten Lombok Timur. “Kita menunda keberangkatan semua kapal yang beroperasi,” terangnya, Kamis kemarin (2/8).

BACA JUGA: Pendakian Rinjani Ditutup Total

Penundaan keberangkatan kapal, disebabkan saat ini gelombang tinggi. Cuaca untuk beberapa hari kedepan dalam kondisi buruk. “Prediksi tinggi gelombang di perairan pelintasan Poto Tano mencapai 2 meter sampai 2,5 meter. Tinggi angin saja 35-45 knot,” ucapnya. 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dam Geofisika (BMKG) NTB, Agus Riyanto membenarkan kondisi cuaca saat ini sedang tidak baik. “Iya, ditutup pelabuhan karena gelombang tinggi,” katanya.

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pemenang juga mengeluarkan surat edaran perihal penundaan keberangkatan kapal kecepatan tinggi/fastboat dari tanggal 3-4 Agustus mendatang. Penutupan penyeberangan selama dua hari ini disebabkan faktor perkiraan cuaca BMKG Balai Wilayah III Denpasar kecepatan angin 10-25 knot dan ketinggian gelombang 0,75 – 3 meter.

Plh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pemenang Mahdi mengatakan, pihaknya terus memperbarui data perkembangan dan informasi dari BMKG, karena penyeberangan tetap mengacu ke perkiraan cuaca dari BMKG. “Kita tutup selama dua hari demi menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran sampai cuaca membaik,” terangnya.

Penyeberangan fastboat tetap mengacu ke informasi BKMG. Tiap tiga jam sekali kita update sebagai pandua kita untuk melakukan atau memberikan persetujuan berlayar Bali-Lombok. Sementara penyeberangan dari Bangsal ke Trawangan tetap bisa dilakukan, dan masih dipantau secara kasat mata jika cuaca tidak memungkinkan. Tetap dibuka tutup penyeberangan melihat kondisi cuaca. “Seperti hari ini angin sudah masih kencang datang tiba-tiba,” katanya.

BACA JUGA: Kunjungan Tinggi, Wisatawan Lombok Utara Tak Terpengaruh Gempa

Disebutkan, angin kencang masih terjadi di tengah laut diperkirakan kekuatan angin 10-25 knot, kekuatan ini memicu terjadinya gelombang sehingga tetap diwaspada. Penyeberangan pada saat ini, para penampung diminta langsung menggunakan pelampung sebagai bentuk safety dalam penyeberangan.

Penyeberangan tidak normal sejak tanggal 17-19 Juli dilakukan pelayaran setengah hari. Lalu, pada tanggal 20-31 Juli ada beberapa hari tutup dan beberapa hari buka (buka tutup). Kemudian, pemberlakukan pola itu masih berlanjut sampai sekarang. “Kita tetap meng-update perkembangan cuara dari BMKG,” tandasnya.

Sekretaris Koperasi Angkutan Laut Karya Bahari Lombok Utara, Muludin menerangkan, kondisi cuaca angin kencang memang terjadi setiap tahun pada bulan momen musim ramai wisatawan, namun sampai saat penyeberangan wisatawan masih sepi, padahal ini termasuk bulan ramai sampai bulan kedepan. “Wisatawan yang menyeberang tetap ada, tapi belum ramai,” terangnya.

Di sisi lain, perubahan cuaca yang pada saat ini mulai angin kencang sudah merobohkan tiang listik di jalan Dusun Gondang Timur Desa Gondang Kecamatan Gangga. Tiang listrik berukuran besar itu jatuh ke tengah jalan pada pukul 05.30 Wita, dalam kejadian itu tidak ada korban. Hanya saja, masyarakat yang melintas ke pasar maupun bersekolah menggunakan kendaraan tidak bisa melintas sehingga terpaksa melalui jalur lain dan berjalan kaki. “Tiang listrik roboh itu, BPBD belum mendapatkan informasinya,” kata Kepala BPBD Lombok Utara Iwan Maret Asmara dihubungi terpisah.

BACA JUGA: Ratusan Pendaki Rinjani Berhasil Dievakuasi

Terkait angin kencang yang terjadi pada hari ini (kemarin), menurut Iwan tidak berpotensi berbahaya, sebab pihaknya belum mendapatkan informasi BMKG. Apabila berpotensi berbahaya pasti sudah diberitahukan perihal tersebut. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang relative cepat berubah ini. “Masyarakat harus tetap waspada terhadap perubahan cuaca ini,” imbuhnya. (zwr/flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut