Kesaksian Beda, Polisi Dalami Kasus Pembacokan Pemuda

PRAYA—Pembacokan yang menimpa salah seorang pemuda Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, berinisal S, masih didalami Polres Lombok Tengah. Pasalnya, pengakuan dua belah pihak antara pemuda Desa Semoyang dan Ganti, kesaksiannya berbeda. Dimana pemuda Desa Ganti mengaku kalau dia dirampok, sedangkan dari pihak Semoyang, dia mengaku berkelahi.

Kapolres Loteng melalui Kapolsek Praya Timur, AKP H. Selamat R mengatakan, polisi  sampai saat ini masih mendalami dua kesaksian pemuda dari dua desa, yakni Desa Ganti dan Semoyang, Kecamatan Praya Timur.

Diketahui, dua pemuda desa ini terpaksa dilarikan ke Puskesmas Desa Ganti untuk mendapatkan penanganan intensif dari petugas kesehatan. Pasalnya, kedua pemuda ini sama-sama terluka bekas sabetan senjata tajam (Sajam). “Pemuda dari Ganti ini terkena goresan di tangan kanannya. Sementara dari Semoyang terkena sabetan di kakinya,” katanya, Senin (19/9) kemarin.

Adapun kronologisnya, pemuda dua desa, yakni dari Desa Ganti sebanyak 2 orang, dan 6 orang dari Desa Semoyang. Mereka sama-sama sedang makan di warung Desa Sengkerang. Dua pemuda Desa Ganti ini menggunakan kendaraan Honda Scoopy, (identitas belum jelas).

Setelah makan, delapan pemuda yang berasal dari dua desa ini, sama-sama pulang ke arah timur. Namun sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), yang letaknya di depan SMPN 2 Praya Timur. Enam pemuda dari Desa Semoyang mencegat pemuda dari Desa Ganti. Pemuda dari Desa Ganti ini langsung memberikan perlawanan. Sehingga mengakibatkan dua pemuda dari dua desa ini sama sama terluka. “Pengakuan Pemuda Ganti, kalau dia mau di begal, namun memberikan perlawanan,” tuturnya.

Sedangkan pengakuan dari pemuda Semoyang, ketika ia sedang makan di warung di Desa Sengkerang, pemuda Ganti sempat main bisik dan matanya sempat menoleh kepada dirinya. Dengan gelagat itu, dia (Pemuda Semoyang) merasa tersinggung dan mengira kalau dirinya di olok.

Tidak terima terhadap bisikan tersebut, diapun mencegat pemuda Desa Ganti, dan menantangnya berkelahi. Sehinga terjadilah adu fisik. Hanya saja mereka sama-sama terluka, dan dilarikan temannya ke Puskesmas Ganti. “Kalau pemuda dari Desa Semoyang, setelah mendapatkan perawatan, malam itu langsung di bawa pulang,” sebutnya seraya menyampaikan, pihaknya masih mendalami dan akan memanggil saksi, baik pemuda dari Desa Ganti ataupun Semoyang.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Lombok Tengah, AKP Made Suparta, membenarkan hal tersebut, dan sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polsek Praya Timur. “Laporannya memang kami sudah terima. Hanya saja adanya kesaksian yang berbeda dan sama sama terluka, sehingga kami masih membutuhkan alat bukti lainnya. Mana yang benar dan salah,” katanya singkat. (cr-ap)