Crosser Cilik Gibran Butuh Perhatian IMI NTB

Motocross
Crosser Cilik asal Lingsar Lombok Barat Gian Muhammad Gibran

GIRI MENANG – Crosser cilik asal Lingsar, Gian Muhammad Gibran yang masih duduk di bangku kelas 3 SD ini sudah tampil di sejumlah kejuaraan Motocross.  Berbekal keinginan menjadi atlet Motocross handal dengan mengikuti sejumlah event, Saepul Bahri orang tua dari Gibran rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk bisa tampil di sejumlah event bergengsi.

Kini, Gibran kelahiran 29 September tahun 2012, murid kelas 3 SDN 7 Mataram ini telah meraih sejumlah trophy kejuaraan motocross. Meski sudah mengharumkan nama daerah, hingga detik ini Gibran belum pernah mendapatkan dukungan dari asosiasi motor di NTB, yakni Ikatan Motor Indonesia (IMI), termasuk dari pemerintah daerah. Saepul Bahri, selaku orang tua crosser cilik Gibran mengakui jika sampai saat ini belum pernah mendapatkan dukungan dari IMI NTB dan juga pemerintah daerah.

Baca Juga :  Setelah WSBK & MotoGP, NTB Dipercaya Jadi Tuan Rumah Balap Motocross Dunia

“Untuk ikut kejuaraan cross, belum pernah ada bantuan, murni dari biaya pribadi,” ungkap Saepul Bahri, Senin (4/7).

Gian Muhammad Gibran, anak tunggal dari Saepul Bahri, beberapa kali naik podium di sejumlah kejuaraan motocross. Seperti kejuaraan daerah (kejurda) IMI Bali, latihan bareng di Sirkuit Kerandangan Lombok Barat dan saat launching Sirkuit Lantan, Lombok Tengah beberapa waktu lalu.

Gibran mulai gemar motocross sejak usia 2 tahun, seiring diajak orang tuanya yang memang hobi motor terabas untuk menonton latihan motocross di Sirkuit Sandik.  Selanjutnya ada usia 4 tahun, Gibran mulai belajar naik motocross minimoto 50cc, kemudian umur 5 tahun sudah menjajaki KX65cc.

Untuk mengasah kemampuannya, Saepul secara mandiri melatih sang anak Gibran di Sirkuti Sandik. Berbekal belajar dari menonton youtube, kini Gibran semakin lihai mengendarai sepeda motor untuk menjajal motocross hingga kancah nasional.

Baca Juga :  10 Pembalap Dunia Siap Jajal Sirkuit Motocross Lantan Saat Lebaran Topat

“Belajar dari YouTube, sama tiang kasih bimbingan sedikit, karena belum ada yg melatih resmi. Coba ada pelatihnya mungkin bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Saepul berharap IMI NTB selaku asosiasi dan juga pemerintah daerah bisa memberi perhatian terhadap crosser-crosser cilik sebagai atlet usia dini utnuk memberikan pembinaan, hingga menjadi atlet yang bisa membanggakan daerah, dan bangsa di kancah nasional dan internasional.

“Kami berharap ada dukungan dan pembinaan dari IMI dan juga pemerintah daerah untuk mencetak atlet atlet usia dini, khususnya motocross. Potensi atlet di NTB sangat besar, tapi perlu perhatian serius dari IMI NTB dan pemerintah daerah,” harapnya. (luk)