Burhanudin Yusuf Komitmen Perjuangkan Pembangunan Dam Mujur

RESES: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, H Burhanudin Yusuf saat reses pertama tahun 2017, kemarin (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, H Burhanudin Yusuf melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan melakukan serap aspirasi (reses) di sejumlah tepat di daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Praya Timur dan Kecamatan Pujut.

Dalam berbagai resesnya, Ketua DPC PKB Lombok Tengah ini lebih banyak menyerap aspirasi rakyat soal kelanjutan rencana pembangunan dam Mujur. Menurut Burhanudin, rencana pembangunan dam Mujur ini tak hanya diharapkan oleh masyarakat Kecamatan Praya Timur saja. Tetapi juga Kecamatan Pujut karena mengangap potensi pembangunan dam Mujur kedepannya, akan mampu membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Wabil khusus bagi petani yang berada di wilayah itu. Sebab, banyak lahan kering di wilayah itu akibat kekuarangan air selama ini.

Ratusan hektare lahan pertanian di wilayah itu hanya mengandalkan air tadah hujan saja. Sehingga mereka tidak bisa maksimal memanfaatkan lahan pertanian yang ada. ‘’Karena itu, masyarakat sangat menginginkan rencana pembangunan dam Mujur ini segera terealisasi. Dan kita juga di dewan sudah komitmen dengan rencana pembangunan itu agar bisa dilaksanakan secepatnya,’’ ungkap Burhanudin.

Dalam perjuangan untuk pembangunan dam Mujur ini, Burhanudin Yusuf mengaku tak sendiri. Dia bersama sejumlah anggota dewan Dapil Kecamatan Praya Timur-Pujut sudah maksimal memperjuangkan agar harapan masyarakat itu bisa segera terwujud. Karena pembangunan ini diyakini akan mampu merubah perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu kedepannya.

[postingan number=3 tag=”loteng”]

Burhanudin mengaku, beberapa upaya yang sudah dilakukan di antaranya berkunjung ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pihaknya bersama pejabat pemerintah daerah telah berupaya menanyakan persoalan rencana pembangunan dam Mujur secara langsung. Di mana pertemuan itu menghasilkan perjanjian antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Bahwa pemerintah pusat bersedia menyiapkan anggaran setengahnya untuk pembebasan lahan. Kemudian setengahnya lagi ditanggung Pemerintah Provinsi NTB (30 persen) dan Pemkab Lombok Tengah (20 persen). ‘’Kita juga di dewan sudah menganggarkan Rp 5 miliar untuk pembentukan tim percepatan pembangunan dan Mujur ini,’’ ungkapnya.

Burhanudin menjelaskan, lahan pembangunan dam Mujur ini akan membutuhkan lokasi yang sangat luas. Lokasinya mencapai tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Praya Tengah, dan Janapria. ‘’Dan kita akan terus mendorong untuk memperjelas masalah pembebasan lahan di wilayah Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah,’’ ungkapnya.

Burhanudin menambahkan, selain masalah pembangunan dam Mujur, warga Dusun Menseh Desa Ganti Kecamatan Praya Timur, juga mengeluhkan soal saluran air PDAM yang tidak lancar. Dalam hal ini, pihaknya meminta waktu untuk menyampaikan persoalan ini ke PDAM. ‘’Banyak juga keluhan warga, termasuk soal kelayakan tempat ibadah dan lain sebagainya,’’ katanya.

Keluhan sama juga disampaikan warga Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut. Mereka juga mengadukan soal macetnya air PDAM dan meminta pembangunan jalan Bedus menujur Mertak segera diaspal. ‘’Semua aspirasi masyarakat ini kita tamping dulu untuk kemudian kita sounding nanti ke masing-masing komisi bersangkutan untuk dibicarakan di tingkat dewan,’’ tutupnya.  (cr-ap/adv)