18 Atlet PPLP Bali Ujicoba di NTB

PPLP Bali
BERLATIH: Salah satu atlet asal bali sedang berlatih di nomor lompat tinggi di GOR 17 Desember Mataram. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Tercatat ada 18 atlet yang masuk skuad Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Bali melaksanakan ujicoba di NTB. Ujicoba tersebut berlangsung di GOR 17 Desember Mataram.

18 atlet itu terdiri dari 2 cabang olahraga (cabor) yakni silat dan atletik.

Kepala Bidang Pembudayaan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bali, Dr I Made Windia mengatakan, pihaknya melaksanakan ujicoba di NTB mengingat barometer prestasi di cabor atletik dan silat ada di NTB. Ujicoba yang dilaksanakan pihaknya untuk menyongsong Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Gorontalo.

“Kejurnas itu dilaksanakan pada 27 April-3 Mei mendatang,” sebutnya.

Diketahui, PPLP Bali mengandalkan cabor atletik di nomor lompat jauh, tolak peluru dan lompat tinggi. Sedangkan untuk nomor sprinter tidak terlalu diandalkan.

‘’Kita mengandalkan 3 nomor tersebut. Sedangkan untuk nomor sprinter kita tidak terlalu mengandalkannnya,’’ akunya.

Ia berharap ajang ujicoba ini menjadikan atlet cabor atletik Bali semakin percaya diri mempersembahkan yang terbaik di Kejurnas mendatang.

Terkait dengan atlet yang  dibawa dalam ujicoba, ia membeberkan, ada 8 atlet dari atletik dan pesilat 10 orang. Praktis, jumlah seluruhnya adalah 18 orang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, Husnanidiaty Nurdin mengatakan, pihaknya meminta kepada pelatih PPLP NTB I Komang Budi Gama mencari atlet lompat tinggi. Mengingat di NTB sendiri tidak ada bibit atlet untuk lompat tinggi.

“Saya minta kepada Pak Komang untuk mencari atlet lompat tinggi. Kita punya alat tapi atlet tidak ada,’’ ucapnya.

Dipaparkan lebih lanjut, NTB sendiri mempunyai atlet yang saat ini menjadi pelatih yakni Arya Yuniawan. Nomor spesialis yang digeluti lompat tinggi. Hanya saja, yang bersangkutan tidak memiliki regenerasi.

“Sebenarnnya kita mempunyai pelatih dan dia pernah berhasil mempersembahkan medali emas di ajang nasional maupun internasional. Namun tidak ada regenerasi yang mengikuti jejaknya,’’ ujarnya. (adi)