Ratusan Embung Dispertanak Ditengarai Bermasalah

RUSAK PARAH: Inilah kondisi embung di Dusun Tojak Desa Barabali Kecamatan Batukliang, yang dibangun tahun 2016 tapi sudah rusak parah (DHALLA/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Ratuasan titik embung yang dibangun Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Lombok Tengah, ditengarai bermasalah.

Pasalnya, embung ini dibangun secara swakelola oleh kelompok tani (poktan) tahun anggaran 2016 ini sudah rusak parah. Setiap kelompok yang memiliki potensi membangun embung diucurkan anggaran Rp 100 juta lebih. Poktan kemudian mengerjakan secara swakelola tanpa ada pengawasan.

Seperti embung di Dusun Tojak Desa Barabali Kecamatan Batukliang. Kerusakan embung yang baru berumur beberapa bulan ini rusak parah. Nyaris seperuh talud embung dalam kondisi rusak karena jebol. Proyek mini pun sempat menjadi perbincangan hangat di Pemerintah Desa Barabali. ‘’Itu sempat menjadi perbincangan hangat di kantor desa dalam setiap rapat,’’ ungkap warga Barabali, Sony kepada Radar Lombok, kemarin (24/11).

Sony mengaku, dirinya memang akan mempertanyakan masalah embung itu secara langsung kepada kelompok tai bersangkutan. Namun, belum sempat selama ini. ‘’Saya memang akan pertanyakan masalah ini langsung ke bawah,’’ tandasnya.

Ditambahkan warga lainnya, Widi, embung itu dianggarkan Dispertanak tahun 2016 ini. Embung itu kemudian dikerjakan poktan secara swakelola tapi sudah rusak. Kemungkinan, pengerjaannya tidak sesuai spek sehingga proyek senilai ratusan juta itu sudah rusak. ‘’Anggarannya itu Rp 100 jutaan dan dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani,’’ sebutnya.

Widi mengaku, dirinya juga menyesalkan pengerjaan embung itu. Di mana seharusnya pembangunan itu dihajatkan untuk masyarakat banyak, tetapi rusak sebelum bisa dimanfaatkan oleh petani. ‘’Ini yang sangat kita sayangkan,’’ ujarnya.

Kepala Desa Barabali, Ki Agus Azhar yang dikonfirmasi juga tak menampik masalah kerusakan embung ini. Tetapi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena langsung dikerjakan oleh masyarakat melalui anggaran pemerintah daerah. Pemdes dalam hal ini sifatnya hanya sebatas mengetahui saja tanpa turut camput pengerjaannya. ‘’Sebaiknya itu ditanyakan langsung ke kadus (kepala dusun) bersangkutan,’’ serah Agus kemarin.

Sementara Kadus Tojak, Zaenul yang dikonfirmasi via ponselnya berkali-kali tidak diangkat. Pantauan Radar Lombok, kerusakan embung Tojak ini sangat parah. Nyaris sebagian taludnya jebol sehingga embung yang dihajatkan untuk petani ini tak bisa berfungsi maksimal. Talud alirannya pun luluh sehingga embung ini hanya bisa menampung air sampai setengah bagian talud yang belum rusak.

Informasi yang dikemas Radar Lombok, ada sekitar 190 titik embung yang bermasalah tahun 2016 ini. Kondisinya sama dari satu proyek dengan total anggaran senilai Rp 21 miliar. Setiap perbaikan embung ini diperkirakan menelan anggaran ratusan juta. Tapi, kondisi bangunanya sama mengingat dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani.

Plt Kepala Dispertanak Lombok Tengah, H Nasrun belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan. (dal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid