Popnas Resmi Ditunda, Cabor Kecewa

SELEKSI : Inilah saat cabor Kempo melakukan seleksi terhadap atletnya, namun kecewa karena Popnas ditunda. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVI/2021 Sumsel dan Bangka Belitung resmi ditunda ke 2023. Penundaan Popnas ini terdapat dalam SK Ketua Bapopsi yang dikeluarkan 19 April lalu. Sontak penundaan ini membuat cabor kecewa.

“Penundaan yang dilakukan tentu membuat kami kecewa,” kata Ketua Harian Pengprov Perkemi NTB Agus Suharyan, Sabtu (24/4).

Kekecewaan ini mendasar, karena sejumlah cabor sudah menggelar seleksi untuk mencari atlet yang akan dikirim ke popnas tersebut. Seleksi yang dilakukan Pengprov Perkemi ini untuk persiapan popnas sudah sesuai prosedur. Seperti yang sudah dilakukan daerah lainnya di Indonesia.

“Atlet yang sudah terpilih tentu kecewa,” ungkap dia.

Menurut Agus, Perkemi NTB bisa mengambil hikmah atas penundaan popnas ini. Misalnya atlet pelajar yang sudah terseleksi merupakan aset Perkemi NTB untuk pembinaan atlet kempo NTB di masa depan. Karena atlet pelajar ini banyak yang berpotensi untuk berprestasi di masa yang akan datang. “Ini hikmah baiknya dari pengunduran popnas. Atlet bisa lebih mempersiapkan diri,” jelasnya.

BACA JUGA :  Atlet Tolak Peluru Siap Tampil di Kejurnas

Sementara itu, Pelatih Menembak NTB Andik Budi Hariono mengatakan, penundaan popnas ini adalah hak sepenuhnya dari pemerintah. Apalagi jika alasannya karena pandemi covid-19. Menurut dia, penundaan itu menjadi piihan yang terbaik.

“Ya ada kecewa sedikit. Karena kita juga sudah persiapkan atlet melalui seleksi juga,” katanya.

Meskipun tidak jadi tampil Popnas tahun ini, atlet yang sudah disaring ini masih bisa terus dibina untuk mengikuti kejuaraan lainnya. Bahkan mereka juga berpotensi menjadi generasi penerus NTB dari cabor menembak untuk turun di PON yang akan datang.

BACA JUGA :  Timnas Futsal Boyong 19 Pemain di AFF 2017

Diketahui, Popnas XVI sudah mengalami penundaan sebanyak dua kali. Multievent olahraga untuk kalangan pelajar ini seharusnya digelar 2020 lalu. Penundaan kedua ini masih disebabkan karena faktor pandemi covid-19. Seperti masih diberlakukannya PPKM sehingga prokes akan berdampak langsung pada persiapan olahragawan yang tidak optimal.

Pemerintah juga belum melakukan vaksinasi terhadap kelompok anak umur 18 tahun kebawah. Sehingga ini rentan menambah resiko olahragawan peserta popnas tertular covid-19. Kemudian kejuaraan lanjutan popnas yakni Asean School Games 2021 juga dibatalkan. Selain itu, sebagian Dispora se-Indonesia juga mengusulkan agar popnas ditunda. (rie)