Perlu Kehatian-Hatian Pemberian Izin Kereta Gantung di Rinjani

Illustrasi kereta gantung rinjani

MATARAM – Rencana pembangunan wahana kereta gantung di kawasan Rinjani terus menunai pro dan kontra.

Anggota DPRD NTB dapil KLU – Lombok Barat Raden Nuna Abriadi meminta kepada pemerintah provinsi (Pemprov) NTB agar tidak tergesa-gesa memberikan izin bagi pembangunan wahana kereta gantung di Rinjani tersebut. “Perlu prinsip kehatian-kehatian dalam pemberian izin bagi pembangunan kereta gantung itu,” kata politisi PDIP NTB, kepada Radar Lombok, kemarin.

Menurutnya, banyak hal dan aspek yang perlu dipertimbangkan dan dikaji lebih mendalam terkait dampak dari rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Rinjani tersebut. Mulai dari aspek ekonomi, sosial budaya, kelestarian lingkungan dan lain sebagainya. Misalnya, dari aspek ekonomi, jangan sampai ada kereta gantung itu mematikan usaha pelaku wisata rakyat terutama para porter.

Pasalnya, banyak tenaga porter yang menggantung hidup dan keluarganya dari usaha jasa porter tersebut. Aspek kelestarian lingkungan; Pembangunan kereta gantung itu jangan sampai merusak keseimbangan ekosistem lingkungan yang sudah terjaga keasrian dikawasan Rinjani.

Baca Juga :  Buntut Mosi Tidak Percaya Kadis, BKD Panggil Pejabat Dishub

Aspek Sosial Budaya; Keberadaan kereta ganging jangan sampai menimbulkan dan memunculkan kerusakan terhadap adat istiadat yang dijaga dan dipertahankan oleh masyarakat yang berada di sekitar kawasan Rinjani. “Perlu kajian secara matang. Jangan sampai kereta gantung ini hanya menguntungkan investor semata. Tetapi merugikan masyarakat kita disekitar kawasan Rinjani,” papar mantan ketua DPC PDIP Lombok Utara tersebut.

Diungkapkan, dalam rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Rinjani itu, bagaimana menekankan aspek kebermanfaatan bagi semua pihak. Baik masyarakat setempat, pelaku usaha wisata, pemerintah daerah, investor dan lainnya.

Dia menegaskan, pihaknya tidak akan menolak pembangunan kereta gantung itu, selama keberadaan kereta gantung itu memberikan kebermanfataan bagi banyak pihak. Sebab itu, harus ada kajian dan studi kelayakan secara detail dan mendalam untuk melihat dan mengetahui dampak secara luas dari berbagai aspek terhadap pembangunan kereta gantung tersebut. “Buat apa, ada kereta gantung, jika masyarakat kita dirugikan,” tandasnya.

Baca Juga :  Empat Guru Besar Ramaikan Pemilihan Rektor Unram

Meski begitu, dia mengatakan, pihaknya menyambut baik, ada rencana pembangunan kereta gantung tersebut. Itu sebagai upaya dan langkah, kata dia, melakukan modernisasi dan kemajuan pariwisata di NTB. Asalkan, pembangunan kereta gantung itu memberikan kemanfataan dan kemaslahatan bagi banyak pihak. Terutama bagi masyarakat di sekitar kawasan rinjani. “Poin paling penting adalah kebermanfaatan kereta gantung bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kita di sekitar kawasan Rinjani,” lugasnya. (yan)