Pembobol Kantor Setda Belum Terungkap

SELONG—Satreskrim Polres Lombok Timur (Lotim) terus melakukan pendalaman terkait pembobolan kantor Sekreatriat daerah (Setda) Lotim beberap hari lalu. Kejadian ini menyebabkan uang tunai Rp. 150 juta yang disimpan di brangkas lenyap dibawa pelaku.

Sejak kasus ini dilaporkan dan ditangani kepolisian, sejauh ini belum ada titik terang siapa pelaku pencurian di kantor Pemkab tersebut. Namun dalam proses penyelidikan, sejumlah pihak dilingkup Setda telah dimintai keterangan, termasuk petugas yang ketika melakukan penjagaan. “Saat ini masih dalam pendalaman penyelidikan. Indikasi pelaku belum ada,” terang Kapolres Lotim melalui Kaur Binops Satreskrim Polres Lotim, I Made Sutama kemarin (7/9).

Dikatakan, selain melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Upaya lainnya yaitu melakukan pengambilan sidik jari sejumlah pegawai yang ada di lingkup Setda Lotim. Sidik jari ini nantinya akan dicocokkan dengan hasil olah TKP yang telah mereka lakukan.

Pengambilan sidik jari tidak hanya dilakukan ke sejumlah pegawai saja, melainkan petugas jaga dan anggota Pol PP yang berjaga saat itu juga dilakukan hal serupa. “Yang berkaitan dengan kejadian ini sudah kita ambil sidik jarinya, sekitar puluhan orang,” lanjutnya.

Namun sejauh ini belum ada satu pun pihak yang dicurigai sebagai pelaku pembobol kantor Setda tersebut. Meski demikian petugas tetap berupaya mendalami kasus ini untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya. “Penyelidikan tetap terus berjalan,” tandas Sutama.

Diketahui, pencurian Kantor Setda terjadi dini hari, sekitar pukul 03.00 Wita, Kamis lalu (1/8). Pelaku yang diperkirakan sekitar empat orang mengobrak-abrik sejumlah ruangan di kantor tersebut. Mulai dari ruang tata usaha, ruang Kasubag Keuangan dan Bagian Umum, termasuk ruangan Urusan Rumah Tangga dan ruang Ipse juga habis digasak pelaku. Para pelaku dengan leluasa mengobrak-abrik semua isi ruangan, padahal saat kejadian sejumlah petugas Polisi Pamong (PP) selalu disiagakan untuk melakukan penjagaan.

Para pelaku diduga masuk dengan cara merusak dan mencongkel jendela. Satu persatu ruangan dimasuki pelaku, hingga mereka berhasil membawa uang tunai Rp. 150 juta yang disimpan di ruangan Bendahara Umum. Sementara satu unit laptop yang juga sempat dibawa pelaku, ditemukan di belakang kantor, setelah dibuang pelaku. (lie)