Parkir Liar, Dishub Lombok Timur Tegur Rumah Sakit Risa

Parkir Liar, Dishub Lombok Timur Tegur Rumah Sakit Risa
PARKIR LIAR: Akibat sempitnya lahan parkir di Rumah Sakit Risa Selong, sejumlah kendaraan para pengunjung akhirnya memarkir kendaraannya di badan Jalan. (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Timur (Lotim) langsung turun tangan menanggapi masalah penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir kendaraan pengunjung Rumah Rumah Sakit (RS) Risa Selong.

Penggunaan bahu jalan sebagai tempat parkir, jelas telah melanggar Perda. Sebab, selain menggangu lalu lintas, juga bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya yang melintas.

Menanggapi persoalan ini, pihak Dishub pun langsung turun memberikan  teguran kepada Rumah Sakit Risa. Pihak Rumah Sakit Risa diminta supaya  segera membuat lahan parkir sendiri, sehingga para pengunjung yang datang ke rumah sakit itu tidak lagi memarkir kendaraanya di bahu jalan.

“Sudah kita datangi pihak rumah sakit. Kita sudah sampaikan ke mereka, supaya membuat lahan parkir,” kata Sekretrais Dishub Lotim, Idham, Selasa kemarin (10/10).

Dikatakan, persoalan tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab, ini menyangkut persoalan sosial. Karenanya, mereka pun memberikan solusi kepada pihak rumah sakit. Dimana pihak rumah sakit diminta supaya menjalin kerjasama dengan SMKN 1 Selong, agar halaman depan sekolah itu bisa digunakan sebagai tempat parkir para pengujung.

Adanya solusi itu, maka pengujung rumah sakit tidak lagi menggunakan badan  jalan sebagai tempat parkir kendaraannya. “Biasanya setiap sore ramai kendaraan pengunjung rumah sakit yang diparkir di badan jalan,” imbuhnya.

Jika saran itu tidak ditanggapi, mereka pun tentu akan memberikan tindakan tegas ke rumah sakit tersebut. “Kita tentu akan laporkan ke Pak Bupati,” tegasnya.

Dari penjelasan yang telah disampaikan, pihak rumah sakit katanya akan berupaya untuk menyediakan lahan parkir. Pihak rumah sakit kata dia, akan mencoba untuk berkoordinasi dengan pihak SMKN 1 Selong.

“Karena itu kan kepentingan mereka. Dan parkir itu juga dikelola secara pribadi. Jadi bagaimana pun mereka tentu harus menyiapkan lahan parkir, supaya tidak ada lagi pengunjung yang menggunakan badan jalan,” terang dia.

Ketersediaan lahan parkir yang disiapkan Rumah Sakit Risa belum sepenuhnya bisa menampung kendaraan para pengujung. Terlebih lokasinya berada di depan rumah sakit, dengan luas yang tidak seberapa. Bahkan lahan parkir tersebut hanya cukup untuk kendaraan roda dua saja. Sedangkan untuk kendaraan roda empat hanya jumlah tertentu saja yang bisa masuk parkir.

Akibatnya, kondisi itu tak ayal memaksa para pengunjung harus memarkir kendaraanya di sepanjang badan jalan. “Dan akan menjadi masalah juga kalau SMKN 1 Selong nantinya tidak setuju. Tapi kita tetap akan berusaha untuk mencari solusi,” ujar Idham.

Sementara itu, Staf Humas Rumah Sakit Risa, Mega membenarkan, kalau pihak Dishub telah datang menemui mereka, meminta supaya menyiapkah lahan parkir.

Apa yang disampaikan pihak Dishub itu, diupayakan untuk segera ditindak lanjuti. Termasuk menjalin koordinasi  dengan pihak SMKN 1 Selong, agar bersedia untuk diajak bekerjasama menyiapkan lahan parkir di sekolah itu. “Kita akui, selama ini memang kita kesulitan untuk lahan parkir,” singkat Mega. (lie)