Terseret Arus, Penyelam Tewas di Perairan Maringkik

Pulau Maringkik
MENINGGAL : Korban meninggal , Hartono (21 tahun) alamat, Dusun Ketangga Barat Desa Ketangga Jeraeng Kecamatan Keruak akibat tenggelam di laut.

SELONG –  Warga Desa Maringkik Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur di gegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki – laki di perairan pulau Maringkik pada Jumat malam (1/5) pukul 20.30 Wita. Pria ini belakangan diketahui  bernama Rudi Hartono (21 tahun) alamat Dusun Ketangga Barat Desa Ketangga Jeraeng Kecamatan Keruak. Korban meninggal dunia akibat terseret arus laut yang saat itu sedang deras.

“Benar tadi malam pihaknya melakukan evakuasi terhadap korban  yang meninggal dunia di perairan pulau Maringkik. Berdasarkan pengakuan saksi – saksi, korban meninggal akibat terseret arus,” kata Kapolsek Keruak Ipda Nurlana kepada Radar Lombok, Sabtu (2/5).

Menurut keterangan saksi, pada pukul 17.30 Wita Korban bersama 4 orang rekannya berangkat dari dusun Ketangga Barat menggunakan sepeda motor menuju pesisir dusun Telaga Bagek Desa Ketapang Raya untuk menunggu tumpangan motor laut yang menuju ke arah pulau Maringkik sambil beristirahat melaksanakan berbuka puasa dan salat maghrib.

Setelah itu, sekitar pukul 18.30 Wita, korban bersama rekan-rekannya melanjutkan perjalanan menuju lokasi memanah ikan di perairan pulau Maringkik Desa Maringkik menggunakan tumpangan motor laut milik nelayan setempat. Setelah itu, sekitar pukul 19.00 Wita korban bersama rekan-rekannya tiba di lokasi memanah ikan di perairan pulau Maringkik.

Begitu tiba di lokasi, korban beserta 4 rekannya turun menyelam ke dalam laut di kedalaman sekitar 1,5 meter diatas permuakaan air untuk memanah ikan. Sekitar 1 jam di dalam laut menggunakan perlengkapan menyelam seadanya karena asik mengejar ikan korban tidak menyadari arus cukup deras datang, sehingga korban terseret dan terkejut. Kemudian korban berusaha menyelamatkan diri dengan berusaha muncul ke permukaan air dan berteriak minta tolong kepada teman – temannya yang sedang memanah di sekitar korban.

“Karena arus laut cukup deras,  korban tidak bisa menyelamatkan diri dan terseret ombak sehingga korban terlalu banyak minum air laut sampai mulut korban berbusa karena korban baru belajar memanah ikan,” jelasnya.

Melihat korban tenggelam, 4 rekannya segera datang memberikan pertolongan pada saat korban bisa di pegang dan di seret ke pinggir, korban sudah tidak tertolong lagi karena meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa.

Mendengar ada yang meninggal dunia, Babinsa Desa Maringkik Serma Taufiq dan  Babinsa Desa Ketangga Jeraeng Pelda Lalu M Badri serta  dibantu pihak kepolisian bersama – sama mendatangi lokasi kejadian membantu mengevakuasi korban dari pesisir telaga Bagek menuju rumah duka di dusun Ketangga Barat Desa Ketangga Jeraeng.

“Korban saat ini di semayamkan di rumah duka dan korban tidak dilakukan autopsi,  karena keluarga menerima musibah yang menimpa korban,” katanya.

Kapolsek juga menjelaskan, dalam melakukan evakuasi terhadap korban ini, kepolisian bersama tim medis melakukan evakuasi menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini dilakukan mengingat saat ini sedang rawan penyebaran wabah virus Corona (Covid 19).

“Korban memang murni meninggal akibat tenggelam dan terseret arus. Namun sebagai antisipasi kita menggunakan APD,” pungkasnya. (wan)