Maret-September, Penduduk Miskin NTB Berkurang 1.840 Orang

Penduduk Miskin NTB
Salah seorang warga perempuan separuh baya korban gempa bumi di Lombok Utara melintas di depan rumah hunian sementara (Huntara). Meski terjadi gempa bumi, tidak berdampak terhadap penduduk miskin di NTB. (Dokumen Radar Lombok)

MATARAM —  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat angka kemiskinan di NTB terus mengalami penurun menjadi  14,63  persen di periode Maret -September 2018. Jika dibandingkan data September 2017-Maret 2018, angka penduduk miskin di NTB mencapai 14,75  persen. Penurunan angka kemiskinan ini meski terjadi gempa bumi, namun trendnya jumlah penduduk miskin di NTB periode Maret 2018-September 2018 terjadi penurunan, meski kecil.

“Jika dilihat dalam periode Maret 2018 – September 2018, jumlah penduduk miskin di NTB berkurang sebanyak  1.840 orang atau 0,12 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial, BPS Provinsi NTB, Arrief Chandra Setiawan, Selasa kemarin (15/1).

Arried menyebut bahwa jumlah penduduk miskin di NTB pada September 2018 mencapai 735 ribu orang atau 14,63 persen, menurun 0,12 persen . Secara jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan meningkat sekitar 4.740 orang  dari 370 ribu orang pada maret 2018 menjadi 375 ribu orang September 2018. Sedangkan di daerah perdesaan penduduk miskin berkurang sebanyak 6.580 orang dari 367 ribu orang pada Maret 2018 menjadi 360 ribu orang  pada September 2018.

BACA JUGA: Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar Bikin Pariwisata NTB Terpuruk

“Jumlah penduduk miskin, kita lihat hampir semua mengalami penurunan dari September 2017 sampai september 2018, ada juga fluktuasi di Maret 2017,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, meksipun beberapa waktu lalu NTB khususnya Lombok dan Sumbawa sebagian mengalami bencana alam gempa bumi, namun hal ini tidak menyebabkan angka kemiskinan di NTB bertambah, Justru sebaliknya mengalami penurunan. Walau dirasa penurunanya perlahan-lahan. Jika dibandingkan dengan beberapa daerah lainnya, NTB berada di posisi ke delapan dari beberapa daerah yang mengalami penurunan angka kemiskinan.  

“Setelah program pemerintah itu menjadi sedikit, sepertinya gempa ini tidak berefek. tetapi sebenarnya juga ada efeknya, bisa jadi kalau tanpa gempa penurunanya lebih tinggi, bisa sampai 1 persen,” terangnya.

Menurutnya jika data belum di update akan susah menekan kemiskinan sama halnya seperti di Tawa Tengah. Kalau disana saja dapat berkurang lebih setiap semesternya sekitar 1 persen. Sementara di NTB hanya 0,1 hingga 0,3 persen saja. Jadi kalau misalkan bisa sharing ke Jawa Tengah, Arrief optimis NTB dapat menurunkan kemiskinan di angka 1 persen.

BACA JUGA: Tanpa Struk, Pertamina Gratiskan Pembelian BBM PertaSeries

Sementara itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di perkotaan maupun di perdesaan mengalami penurunan, pada Maret-September 2018  Untuk perkotaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun dari 3,241 pada Maret 2018 menjadi 2,346 pada September 2018. Untuk perdesaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun dari 2,448 pada Maret 2018 menjadi 2,411 pada September 2018.

“Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan cenderung mendekati dari garis kemiskinan,” tandasnya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid