Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar Bikin Pariwisata NTB Terpuruk

Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar Bikin Pariwisata NTB Terpuruk
Maskapai penerbangan Lion Air yang menjadi perusahaan pertamakali menerapkan kebijakan bagasi berbayar bagi penumpang. Lion Air juga menaikan harga tiket pesawat. (LUKMANUL HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Kenaikan harga tiket maskapai penerbangan untuk perjalan domestik yang belum lama ini diberlakukan, membuat masyarakat mengeluhkan hal tersebut. Tak hanya itu saja, kenaikan pembayaran bagasi pesawat dan kenaikan harga tiket ini dinilai akan berdampak besar terhadap industry pariwisata NTB. Terlebih lagi, industri pariwisata NTB saat ini dalam kondisi anjlok, pascagempa bumi yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa.

“Kami selaku taravel sangat tidak terima, sebab ini salah satu yang menghambat proses recovery pariwisata NTB,” kata Humas Asosiasi Travel Indonesia (Astindo) NTB Abdul Haris, Senin kemarin (14/1).

Dijelaskannya, saat ini pariwisata NTB tengah dalam proses recovery pascagempa bumi yang cukup parah meluluhlantakan wilayah Pulau Lombok. Bahkan dampak gempa tersebut, kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik drastis anjlok. Sekarang diperparah lagi dengan adanya kenaikan harga tiket dan pemberlakuan biaya untuk bagasi penumpang yang terjadi pada beberapa maskapai penerbangan kian menghancurkan industri pariwisata NTB.

BACA JUGA: Bank Dinar Endapkan Tabungan Nasabah

Menurutnya, salah satu penghambat recovery pariwisata di NTB, selain itu masyarakat juga akan lebih memilih untuk perjalanan keluar negeri dibandingkan dengan ke antar daerah.  

“Kalau seperti sekarang ini, maka orang lebih baik ke luar negeri dari pada datang ke Lombok. Karena mahal dan belum lagi ada pemberlakuan bagasi berbayar yang malah di dukung oleh pemerintah, semakin memperparah keterpurukan pariwisata NTB,” tegasnya.

Dikatakannya, dengan adanya dukungan dari pemerintah para maskapai penerbangan menaikan harga tiket pesawat dan juga memberlakukan biaya bagasi penumpang akan semakin membebani masyarakat selaku konsumen pesawat terbang. Tak hanya itu saja, kenaikan harga tiket dan bagasi berbayar ini membuat Lombok ini akan sulit pulih pariwisatanya, jika harga tiket belum kembali normal.

“Langkah yang kami tempuh kalau sampai minggu-minggu ini tiket belum turun, kami dari Astindo akan nekat mendatangi semua maskapai. Sebab di beberapa rute juga sudah ada yang turun,” jelasnya.

Bahkan pada hari minggu lalu dari Aosiasi Indonesia National Air Carrier Association (INACA) telah melakukan pertemuan dengan beberapa maskapai penerbangan, dan menempatkan untuk menurunkan harga jual tiket yang sempat tinggi. Penurunan harga itu bervariatif mulai dari 20 persen hingga 60 persen.

Namun ketetapan ini belum ada untuk wilayah Lombok, baik untuk datang maupun keluar. Mengingat banyaknya masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga tiket.

“Untuk saat ini dari Lombok belum ada penurunan harga tiket,” terang Sales & Marketing Garuda Indonesia Branch Office Lombok Dino Alpiano Aditya Putra.

BACA JUGA: Tanpa Struk, Pertamina Gratiskan Pembelian BBM PertaSeries

Sama halnya dengan pihak maskapai lainnya seperti Lion Air, Danang Mandala Prihantoro Humas Lion Air Grup mengatakan saat ini belum ada perubahan dengan harga tiket yang mengalami penuruna hingga 60 persen untuk penerbangan domestik.

“nanti akan kami sampaikan jika memang ada peruabahan dan perkembangannya,” katanya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid