Lotim Alokasikan Rp 800 Miliar untuk Infrastruktur Dasar

Lotim Alokasikan Rp 800 Miliar untuk Infrastruktur Dasar
RAKOR: Wagub NTB, DR Hj Sitti Rohmi Djalilah, Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy, dan Kepala Bappeda NTB, H Ridwansyah, ketika menjadi narasumber pada Rakor Program Kepariwisataan NTB di Hotel Aston Mataram, Rabu (24/10). (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Mengejar ketertinggalan pembangunan, khususnya di sektor kepariwisataan, dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di NTB. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) dalam APBD 2019 mendatang akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 800 miliar.

“Anggaran Rp 800 miliar itu kami alokasikan untuk membangun berbagai infrastruktur dasar, yaitu pembangunan jalan, air dan listrik, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Lotim. Selain juga untuk menunjang pembangunan bidang kepariwisataan,” kata Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kepariwisataan NTB Pasca Bencana, yang berlangsung di  Hotel Aston Mataram, Rabu (24/10).

BACA JUGA: Pengumuman CPNS Lotim Kembali Molor

Disampaikan Sukiman, di sektor pariwisata, Lotim memiliki sumber daya alam yang keindahannya tidak dimiliki daerah-daerah lain di NTB. Demikian halnya potensi seni dan budayanya, termasuk kerajinan, bahkan kulinernya.

Namun semua potensi akan sia-sia lanjutnya, kalau tidak dapat dikembangkan secara maksimal. Cara mengembangkan, tentu saja dengan menyediakan infrastruktur dasar yang memadai. “Seperti di kawasan selatan Lotim, siapa masyarakat NTB, bahkan Indonesia yang belum pernah mendengar nama Pantai Pink, Pantai Bloam, Pantai Kaliantan (Seriwe), Pantai Surga, Pantai Ekas, dan lainnya. Hanya saja, investasi masih sulit membidik daerah itu, karena fasilitas dasarnya belum memadai,” ujar Sukiman.

Untuk itu, pembangunan aksesbilitas menjadi salah satu program prioritas Pemkab Lotim dibawah kepemimpinan Bupati HM Sukiman Azmy dan Wakil Bupati H Rumaksi (Sukma). “Kami akan membangun ratusan kilometer jalan, yang direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun, dengan menggunakan sistem multi years,” jelas Sukiman.

Demikian halnya untuk ketersediaan air, baik itu untuk kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari, maupun untuk pertanian. Pihaknya akan berupaya maksimal mengalirkan air ke daerah-daerah yang selama ini menderita kekeringan.

Jangka pendek, Pemkab menyuplai air bersih ke warga-warga yang membutuhkan, dan semua gratis. Sementara jangka panjang, pihaknya selain memaksimalkan keberadaan bendungan datau dam yang ada, juga mencari atau mengeksplorasi sumber-sumber mata air baru untuk dapat dimanfaatkan. Sementara untuk kelistrikan, Bupati Lotim ini secara tegas bahkan menyebutkan, kalau listrik tidak akan pernah mati sepanjang hari.

Diakui Sukiman, dampak bencana gempa bumi beruntun yang melanda Pulau Lombok, termasuk wilayah Lotim beberapa waktu lalu, telah mempengaruhi berbagai sektor, tidak terkecuali pariwisata. Seperti Sembalun yang merupakan andalan Lotim, bahkan menjadi ikon pariwisata NTB. Kawasan obyek wisata yang biasanya ramai dikunjungin para wisatawan, baik wisatawan lokal, nusantara, bahkan mancanegara ini langsung sepi pengunjung.

Akibat lanjutan, ribuan warga Sembalun yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pariwisata, kini menjadi pengangguran, yang kalau berlanjut tentu akan berdampak terhadap masalah sosial. “Karena itu pemerintah hadir di Sembalun, melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat, agar untuk sementara kembali menggarap bidang pertanian dan perkebunan yang selama ini belum maksimal dikerjakan,” ucap Sukiman.

BACA JUGA: Empat Desa di Sembalun Krisis Air Bersih

“Daripada masyarakat menunggu terlalu lama kapan akan kembali dibuka pendakian Gunung Rinjani, yang seperti kita ketahui merupakan wewenang Balai TNGR. Mengapa kita tidak kembali menggarap lahannya yang subur untuk pertanian dan perkebunan. Di Sembalun terkenal dengan hasil pertanian dan tanaman agronya seperti buah strawberry, melon, kentang, bawang merah, bawang putih, dan lainnya. Bahkan Sembalun juga penghasil tanaman padi varietas unggulan “beaq ganggas”, atau beras merah yang rasanya dikenal enak, dan memiliki kandungan gizi paling bagus,” beber Sukiman.

Namun demikian, meskipun kondisi di sekitar Sembalun saat ini masih berantakan akibat gempa bumi. Tetapi dari sisi kesiapan dan ketersediaan akomodasi pariwisata, dapat dikatakan sudah siap menerima kedatangan para wisatawan. “Kapan lah teman-teman media sekali waktu datang dan menginap ke Sembalun. Pagi hari, ketika matahari terbit, pemandangan puncak Gunung Rinjani sungguh sangat indah, seperti pemandangan Gunung Fujiyama di Jepang,” pungkas Sukiman. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut