Kades Cup Penujak Berujung Panas

Kades Cup Penujak Berujung Panas
TEGANG: Ratusan massa bersenjata parang dan tombak saat turun ke jalan dan siap saling serang, Rabu malam (9/10). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Warga Dusun Bawak Bagek dan Ketapang Desa Penujak Kecamatan Praya Barat, nyaris terlibat bentrok Rabu malam (9/8).

Ketegangan kedua warga kampung ini terjadi gara-gara main bola. Ceritanya, ketegangan warga berawal dari keributan antara pemain dan suporter sepak bola Kades Cup Penujak X, Rabu sore (9/8). Ketegangan ini dipicu saat Bawak Bagek FC dan Ketapang FC bertanding. Di mana pada menit awal babak kedua, kesebelasan Bawak Bagek mencetak gol sehingga skor sementara 1 : 0. Sekitar  dua menit berakhir pertandingan, kesebelasan Ketapang FC mencetak gol. Namun, gol tersebut menuai protes dari para suporter Bawak Bagek FC.

Pasalnya, pencetak gol dari Ketapang tidak ikut bermain. Pemain itu mencetak gol pada saat berada di luar lapangan sedang istirahat untuk minum. Namun, ketika bola mengarah ke dekatnya, yang bersangkutan langsung mengambil dan menggiring bola  ke arah gawang kesebelasan Bawak Bagek FC dan berhasil mencetak gol.

Sebelum gol itu disahkan wasit, tiba-tiba suporter Bawak Bagek FC berteriak memprotes. Sehingga berujung keributan antara kedua kubu. Akibatnya, salah seorang pemain Bawak Bagek FC yakni Lalu Diawan mengalami luka sobek di bagian kepala sebelah kiri dan langsung dilarikan ke puskesmas Penujak untuk mendapatkan perawatan medis.

Permasalahan itulah yang kemudian memantik persoalan sehingga kedua kubu bersitegang. Situasi antara kedua kubu masih memanas dan warga masih berkumpul di beberapa titik sekitar jalan raya Penujak. Pukul 19.30 wita, sekitar seratus orang massa dari Dusun Ketapang mempersenjatai diri menggunakan senjata parang, berangkat ke Dayen Peken.

Mereka berencana  untuk melakukan pembalasan. Mereka tidak hanya dari kalangan laki-laki namun ikut juga dari kalangan ibu-ibu dan mempersenjatai dirinya dengan membawa parang. Untungnya, benterok tidak terjadi karena petugas kepolisian dan beberapa tokoh masyarakat langsung menghalau. Sehingga massa yang mengarah ke Dusun Dayen Peken dapat dihalangi dan kembali berkumpul ke Polsek Praya Barat, untuk mengadakan musyawarah.

Setelah diberikan pemahaman oleh petugas dan tokoh masyarakat sehingga warga berangsur-angsur kembali ke rumahnya masing-masing. Situasi kedua dusun tersebut kembali berjalan aman. Sekitar pukul 21.00 wita, kedua kampung tersebut dimediasi yang dihadiri oleh aparat kepolisian, Kades Penujak, Kadus Ketapang, Kadus Dayen Peken, tokoh pemuda serta panita sepak bola.

Kabag Ops Polres Lombok Tengah Kompol I Ketut Tamiana yang ikut dalam mediasi kedua belah pihak tersebut menyayangkan kejadian itu. Tamiana menyarankan, agar kedua belah pihak dikomfirmasi dengan pihak korban secara kekeluargaan dan kalau tidak bisa,\ agar di proses secara hukum. ‘’Untuk sementara izin sepak bola dicabut,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Desa Penujak Irhas menyampaikan agar kedua belah pihak untuk bersama-sama menyelesaikan kesalahpahaman atas dasar kekeluargaan. Diakuinya juga jika tidak ada sebenarnya penyerangan tapi sebenarnya mencari provokator dan keluarga yang belum pulang. ‘’Mudah- mudahan insiden ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” imbuhnya. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid