Polandia Jadi Tujuan Favorit TKI

Fitri Andriani (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Di tengah tingginya jumlah pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Tengah yang habis masa kontraknya di negara tempatnya bekerja. Namun ternyata ada beberapa negara yang malah kini makin banyak peminatnya. Salah satunya negara Polandia yang menjadi favorit bagi warga yang pergi mengadu nasi.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigaris (Disnakertrans) Lombok Tengah, Fitri Andriani menerangkan, selain fokus terhadap pemulangan para TKI, dinas juga fokus mempersiapkan pemberangkatan warga ke negara yang saat ini sudah membuka lowongan. “Ada Singapura, Taiwan, Brunai Darusalam dan Polandia yang sudah mulai buka lowongan. Dari beberapa negara ini, Polandia menjadi tujuan favorit para TKI. Ada ratusan calon TKI yang sudah memiliki ID yang siap untuk diberangkatkan,” ungkap Fitri Andriani kepada Radar Lombok,

Baca Juga :  TNI Turun Tangan Bubarkan Aksi Balap Liar

Tingginya minat warga menuju Polandia mengingat negara tersebut baru tahun ini membuka lowongan. Di satu sisi, gaji yang dijanjikan juga cukup menggiurkan. Hal inilah yang membuat warga berbondong-bondong untuk mendaftar pergi ke negara tersebut. “Gajinya di Polandia bisa mencapai Rp 30 juta/bulan. Tempat kerja mereka bekerja ada yang di kapal dan ada juga yang di restoran. Tapi untuk pemberangkatan para TKI ini bisa sampai mengeluarkan Rp 45 juta. Namun itu dikeluarkan dengan cara dibayar setengah dulu dan sisanya bisa nanti saat sudah bekerja,” terangnya.

Baca Juga :  Kerugian Rp 759 Juta, Kasus Transfusi Darah Naik Penyidikan

Meski di tengah situasi pandemi Covid-19, banyak warga yang mau mengadu nasib di negara orang. Tapi untuk tujuan negara Malaysia belum dibuka. Sebaliknya, pihaknya malah menerima pemulangan TKI kebanyakan dari Malaysia. “Dari awal tahun 2021 ini sudah ada 625 TKI yang dipulangkan. Kalau dari tahun 2020 selama pandemi sudah mencapai ribuan. Pemulangan masih terus terjadi sembari kita juga mempersiapkan untuk memberangkatkan TKI yang sudah siap berangkat menuju negara yang sudah dibuka,” pungkas Fitri. (met)