Dugaan Pemerkosaan Puluhan Mahasiswi Belum Terungkap

Kombes Pol Artanto (ABDURRASYID EFENDI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Kasus dugaan pemerkosaan terhadap puluhan mahasiswi di perguruan tinggi Kota Mataram belum terungkap. Kasus yang dilaporkan oleh Biro Konsultan dan Pengaduan Hukum (BKPH) Universitas Mataram (Unram) kepada oknum dosen gadungan beberapa waktu lalu ini, masih bergelut pada tahap penyelidikan.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, lamanya proses penyelidikan yang dilakukan dalam kasus ini, karena penyidik betul-betul berhati-hati. Terlebih lagi peristiwa yang sudah lama dan tempat kejadian perkara (TKP) yang berubah. “Kita memastikan semua proses itu harus terlaksana. Jadi tahap demi tahap penyidik akan melakukan penyidikan, ini akan berprogres,” kata Artanto, Minggu (7/8).

Penyidik kata dia, harus mengurutkan lagi peristiwanya, alat bukti yang ada dan TKP. Semuanya harus betul-betul diurutkan dan harus maksimal. Perihal berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam penyelidikan ini, Artanto menyebut itu tidak bisa ditentukan. “Cepat atau lambat, kasus itu akan terungkap. Dan harus membutuhkan waktu maupun strategi,” sebutnya.

Baca Juga :  Mencuri untuk Biayai Anak di Pondok Pesantren

Terkait kendala yang dihadapi dalam kasus ini, tidak dijelaskan rinci. Baginya, semua permasalahan atau kasus, pasti memiliki kendala.

Ditanya soal oknum dosen gadungan sebagai terlapor, apakah sudah dipanggil? Artanto tidak mengetahuinya secara pasti. “Terkait itu, saya harus konfirmasi terlebih dahulu ke penyidik, karena penyidik yang mempunyai strategi,” tandasnya.

Ketua BKPH Unram Joko Jumadi mengatakan, selama kasus ini dilaporkan ke Polda NTB, pihaknya tidak pernah menerima kabar sejauh mana perkembangan kasus tersebut. Sehingga, membuatnya akan melayangkan surat secara resmi ke Polda NTB. “Minggu-minggu ini saya akan bersurat ke Polda, seperti apa perkembangan kasus ini. Seharusnya ada update resmi, tapi sejauh ini tidak ada,” sebutnya.

Baca Juga :  Oknum Marbut di Mataram Perkosa Bocah Usia Lima Tahun

Berdasarkan informasi yang diperoleh, terduga dosen gadungan hingga saat ini belum dilakukan pemanggilan. Sisi lain, mahasiswi yang menjadi korban sudah dimintai keterangan. Dengan begitu, dirinya berharap terlapor akan segera dipanggil untuk diperiksa. Terlebih lagi sudah banyak pihak yang menanyakan perkembangan kasus ini pada dirinya.

“Korban kan sudah dipanggil, seharusnya terduga ini juga sudah dipanggil. Tapi menurut saya terduga ini belum dipanggil, karena dari Polda sendiri belum adanya update,” katanya. (cr-sid)

Komentar Anda