Ada Dugaan Pungli, Wabup Minta Bukti

DUGAAN PUNGLI: Bantuan mesin tempel yang diterima sejumlah nelayan Lotim diduga terjadi praktik Pungli. Tampak sejumlah perahu nelayan di pinggiran pantai (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim), Khaerul Warisin menanggapi serius adanya dugaan pungutan liar (Liar) yang dilakukan sejumlah oknum terhadap bantuan mesin tempel yang dibagikan kepada para nelayan di wilayah Selatan Lotim, seperti di Maringkik.

Dengan tegas, Wabup pun meminta masyarakat untuk menyerahkan bukti dugaan Pungli itu. “Kalau mereka menemukan adanya indikasi membayar, carikan bukti dulu,” pinta Khaerul, kemarin.

Sementara ini, dia sendiri belum bisa memastikan kepastian dugaan Pungli itu. Untuk lebih jelas kebenarannya, sebaiknya masyarakat menyerahkan langsung bukti nama oknum pelaku, baik itu yang melakukan pungli maupun pemberinya. “Saya tidak berani klaim apa–apa, karena tidak bisa kita buktikan,” terangnya.

Namun jika itu benar, tentu pihaknya tidak akan tinggal diam. Mereka yang terbukti melakukan  itu jelas akan diberikan tindakan tegas. “Sekarang persoalan Pungli, mereka yang melakukan akan langsung ditindak. Tentu kita akan tindak juga,” tegasnya.

Menyangkut dugaan Pungli yang dilakukan petugas di lapangan, memang sebelumnya dia telah menerima laporan. Dari laporan itu, mereka mengaku jika bantuan mesin tempel untuk nelayan telah terjadi Pungli yang dilakukan oleh petugas di lapangan. “Namun mereka tidak sebutkan siapa oknum petugas tersebut,” akunya.

Dijelaskan, bantuan mesin tempel bagi nelayan ini jumlahnya sekitar 31 mesin. Bantuan disalurkan untuk nelayan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan. Bantuan tersebut tersebar ke sejumlah nelayan di beberapa wilayah di Lotim. Seperti untuk nelayan di Obel-Obel, Labuan Lombok, Labuan Haji, termasuk nelayan Maringkik dan beberapa wilayah lainya di Selatan Lotim. “Banyak yang datang minta bantuan, terutama dari wilayah Selatan,” terangnya.

Bantuan mesin tempel diberikan melalui proses pengajuan proposal. Baik itu diserahkan langsung ke pihaknya, maupun melalui Dinas Kelautan dan Perikanan. Semua proposal yang masuk dikoorinasikan dengan pihak dinas terkait. Bagi mereka yang membutuhkan akan langsung diberikan, sesuai ketersedian bantuan yang ada. “Selebihnya bantuan ini dibagikan oleh Dinas Perikanan, dimana bantuan diberikan sesuai dengan proposal yang masuk,” terangnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid