Penggeledahan Puskesmas Perampuan, Ini Hasilnya…

Penggeledahan Puskesmas Perampuan
KETERANGAN PERS : Tim Saber Pungli NTB saat memberikan keterangan pers terkait dengan dugaan pungli yang terjadi di Puskesmas Perampuan Kecamatan Labuapai Lombok Barat kemarin. (Ali Ma’shum/Radar Lombok)

MATARAM—Paska penggeledahan berkas di Puskesmas Perampuan Kecamatan Labuapi Lombok Barat (Lobar) Rabu lalu (27/9), kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi terkait, tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) NTB menduga kuat telah terjadi praktek Pungli terkait pemotongan uang jasa pelayanan (Jaspel). Pungli ini diduga dilakukan oknum yang bersumber dari dana BPJS Kesehatan. “ Setelah turun kemarin, kita memang menemukan perbuatan yang mengindikasikan adanya Pungli. Namun gambaran atau alibinya belum bisa kita sebutkan lebih jauh,” ungkap Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda NTB AKBP I Gusti Putu Ekawana kepada wartawan di Mapolda NTB Kamis kemarin (28/9).

Tim sudah melakukan klarifikasi dan wawancara terhadap staf dan kepala Puskesmas Perampuan. Klarifikasi ini terkait dengan pungutan yang dilakukan terhadap hak-hak karyawan dan staf. Pungutan kata dia dilakukan terhadap 60 orang pegawai dan staf. Nilai pungutan disebutnya bervariasi yaitu dipotong 10 persen dari yang seharusnya didapat. Potongan ini dilakukan diluar gaji pokok. Potongan dilakukan terhadap uang Jaspel yang terdiri dari tiga sumber yaitu dari BPJS, non BPJS dan Badan Layanan Umum (BLU). Pemasukan karyawan dari ketiga sumber ini ditotal kemudian dipotong sebesar  10 persen. “ Potongan terhadap karyawan ini tidak sama. Tergantung gradenya(tingkatan),” ungkapnya.

BACA JUGA : Tim Saber Pungli Geledah Puskesmas Perampuan

Potongan terhadap dana Jaspel ini disebutnya diduga dilakukan sejak bulan Mei 2016. Ada beberapa alasan dilakukan pemotongan antara lain untuk kesejahteraan bersama. Kemudian untuk kegiatan operasional Puskesmas yang belum ada. “ Itu secara umumnya. Nanti akan kita gali lebih dalam lagi untuk apa saja potongan tersebut,” katanya.

Saber Pungli mengusut dugaan tersebut berdasarkan laporan masyarakat. Pihaknya juga telah mengamankan beberapa barang bukti. Uang tunai sebesar Rp 2.200.000. Petugas juga menyita dokumen-dokumen terkait pembayaran hak staf Puskesmas. Serta dokumen penerimaan uang dari BPJS ke Puskesmas.  

1
2
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid