Zainul Curi Motor Peternak Sapi di Rumah Mertua

DITANGKAP: Zainul saat ditanya Kapolsek Lingsar Iptu Ketut Artana (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Tim Opsnal Polsek Lingsar kembali mengungkap kasus kejahatan. Kali ini kasus pencurian Honda Beat  yang terjadi pada Kamis (27/8) lalu di Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Kapolsek Lingsar IPTU I Ketut Artana mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang pelaku bernama Zainul  (24) yang merupakan warga setempat.

Ia diamankan usai polisi melakukan penyelidikan selama beberapa hari hingga akhirnya mendapatkan petunjuk yang mengarah ke Zainul selaku pelaku pencurian. “Pelaku kita amankan kemarin di rumahnya beserta barang bukti,” ujar Artana, Selasa (31/8).

Barang bukti sepeda motor yang dicuri pelaku ini kata Artana milik seorang peternak sapi. Pada saat kejadian korban tengah menyabit rumput dan memarkirkan sepeda motor di rumah mertuanya pelaku Zainul. “Pelaku yang datang ke rumah mertuanya dan melihat sepeda motor tersebut langsung timbul niatnya untuk mencuri. Kebetulan situasi saat itu sedang sepi,” bebernya.

BACA JUGA :  Pelarian Napi Rutan Selong Berakhir di KLU

Modus pelaku kata Artana yaitu menghidupkan sepeda motor korban dengan merusak kunci kontak. Setelah berhasil dihidupkan pelaku kemudian membawanya pulang. “Saat pelaku kami amankan sepeda motor tersebut masih di sana dan belum sempat dijual,” ujarnya.

Sementara itu pelaku Zainul  mengakui perbuatannya. Ia mengaku, ini aksi pertama kali. Untuk bisa membawa kabur sepeda motor korban kata Zainul, butuh waktu sejam. Sebab ia berupaya menghidupkan sepeda motor korban hanya bermodalkan obeng yang didapat di rumah mertua.

BACA JUGA :  Baru Bebas Tiga Bulan, Cerbik Curi Motor Lagi

Dia tahu cara menghidupkan sepeda motor tersebut bermodalkan sedikit ilmu yang ia dapat saat bekerja di bengkel. Zainul mengaku, aksi  nekat ini dilakukan karena butuh biaya berobat. “Untuk biaya berobat anak saya,” akunya.

Atas perbuatannya, Zainul kini ditahan di Polsek Lingsar. Ia dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun. (der)