Wabup Minta PPL Bantu Petani Tembakau

Wabup Minta PPL Bantu Petani Tembakau
PERTEMUAN: Pemkab Lotim saat melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan tembakau yang ada di Lotim, termasuk juga dengan para petani tembakau, Selasa (11/7). (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) baik itu dari pemerintah maupun  dari perusahaan tembakau yang menjadi mitra para petani tembakau Virginia diminta untuk turun memberikan sosialiasi, untuk pemulihan tanaman tembakau petani yang sebagian daunnya layu dan rusak karena diguyur hujan sejak beberapa hari terakhir ini. Terutama untuk tanaman tembakau para petani yang ada di wilayah Selatan Lotim.

“Nanti PPL kita yang akan bicara untuk turun memberikan sosialisasi. Termasuk juga PPL dari perusahaan,” ungkap Wakil Bupati Lotim, Haerul Warisin di sela kegiatan pertemuan antara Pemkab Lotim dengan pihak perusahaan tembakau yang ada di Lotim, Selasa (11/5).

Dikatakan, berdasarkan laporan yang diterima perusahaan, bahwa kerusakan daun tembakau yang layu tidak semuanya dialami oleh para petani. Terutama para petani yang menjadi mitra perusahaan tersebut.

Bahkan sebagian dari petani mengaku senang, lantaran setelah tembaku mereka diguyur hujan sejak tiga hari terakhir, daun tembakaunya justeru tumbuh dengan bagus.

“Artinya, tembakau yang tumbuh bagus itu karena memiliki tupografi yang sesuai. Ketika hujan datang, airnya langsung pergi tidak tergenang lama di lahan tembakaunya. Sebab, lahan tembakau mereka memiliki irigasi yang bagus. Sehingga ketika hujan, tidak berdampak terhadap tembakau,” terang Warisin.

Sementara untuk lahan tembakau yang sebagian mengalami kerusakan dan layu, disebabkan karena berada di lahan yang datar. Selain itu juga lahan pertanian tembakau tersebut juga tidak di topang dengan irigasi dan saluran air yang memadai, dan tanahnya juga tidak memiliki daya serap air yang begitu baik.

Sehingga ketika hujan datang, lahan tembakau pun mudah tergenang air, dan menyebabkan tanaman tembakau menjadi layu dan rusak. “Makanya harus dibuatkan saluran untuk menghilangkan airnya,” sarannya.

Meski kondisi layu setelah diguyur hujan lanjutnya, bukan berarti tembakau tersebut akan mengalami kerusakan. Namun itu bisa diperbaiki kembali dengan cara diberikan berbagai jenis pupuk tertentu, sesuai dengan peruntukannya. Dengan cara itu, diyakini tembakau akan tumbuh normal, dan kwalitasnya juga akan semakin baik.

“Tembakau yang rusak itu nanti bisa di pupuk urea. Setelah dia segar, nanti dikasih kembali pupuk ZK. Terkait kerusakannya, kita masih belum dapat data yang riil,” terang Warisin.

Sementara terkait pertemuan dengan pihak perusahaan tembakau, dia mengatakan melalui pertemuan ini diharapkan para petani tembakau yang ada di Lotim akan lebih tenang terkait dengan satuan harga tembakau mereka yang akan dibeli oleh perusahaan yang menjadi mitranya.

Pertemuan juga sebagai upaya untuk menjalin kedekatan para petani dengan perusahaan. “Supaya tidak ada rasa saling mencurigai antara petani dengan perusahaan.  Sehingga tidak akan muncul anggapan, kalau petani yang memiliki hubungan bagus dengan perusahaan dikasih harga baik. Sedangkan yang hubungan jauh, dikasih harga murah. Bagaimana agar jangan seperti itu. Makanya kita dekatkan petani dengan perusahaan,” lanjut  Warisin.

Dikatakan, adanya wacana pemerintah membatasi impor tembakau dari luar negeri, ini sangat memberikan dampak yang positif terhadap harga jual tembakau para petani lokal.

Berdasarkan pengakuan dari pihak perusahaan, harga tembakau para petani tahun ini akan mengalami kenaikan sekitar Rp 20 persen. Artinya jika tahun sebelumnya harga dasar  termbakau untuk kwalitas nomor satu sekitar Rp 32 ribu per kilogram. Dengan adanya kenaikan 20 persen ini, harga tembaku kwalitas nomor satu bisa mancapai sekitar  Rp 42 ribu per kilogram. “Ini artinya ada keseriusan dari pemerintah untuk melakukan pembatasan impor tembakau. Sebab, kalau masih diimpor, otomatis kita tetap kalah harga,” ujarnya.

Terpisah, Kadis Pertanian Lotim, M. Zaini mengaku pihaknya belum menerima  laporan terkait data jumlah tanaman petani tembakau yang daunnya layu setelah diguyur hujan. Namun sekarang pihaknya sedang berupaya untuk melakukan pemulihan  kembali terhadap sejumlah lahan pertanian tembakau yang layu setelah di guyur hujan.

“Terus terang, terutama untuk petani di wilayah Selatan. Mereka menanam tanpa melakukan pengolahan tanah.  Ini disebabkan karena tidak dibuatkan saluran,” kata Zaini.

Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Petani pun disarankan untuk segera membuat saluran di lahan tanamanya, sehingga ketika hujan datang, air berjalan lancar dan tidak terjadi genangan. “Kalau untuk tembakau tidak ada asuransi jika ada kerusakan. Soalnya tembakau ini program langsung dari pusat,” pungkas Zaini. (lie)