UAS akan Isi Cermah di Desa Beleka

KONFRENSI PERS: Pembina Yayasan NU Inan Lemo bersama Kades Beleka Kecamatan Praya Timur saat menyampaikan kesiapan kedatangan UAS, Rabu (27/7). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAUstad H Abdul Somad Batubara dijadwalkan akan mengisi ceramah di Desa Beleka Kecamatan Praya Timur. Kedatangan pendakwah kondang ini dijadwalkan untuk menyampaikan tausiyah dalam rangka memperingati 1 Muharram yang akan dilaksanakan di Yayasan Nahdlatul Ulama (NU) Inan Lemo Desa Beleka.

Pembina Yayasan NU Inan Lemo, TGH Ibnu Halil menyampaikan, sejumlah persiapan sudah matang dilakukan untuk menyambut kedatangan Prof Dr H Abdul Somad Batubara atau yang akrab disapa UAS. Pasalnya UAS dipastikan akan hadir dan mengisi ceramah pada Sabtu 30 Juli mendatang. “Kegiatan pengajian akan berlangsung Sabtu mendatang pukul 1.30 Wita dan kita datangkan beliau (UAS) ini dalam rangka menyambut 1 Muharram sekaligus untuk silaturrahmi dengan UAS,” ungkap TGH Ibnu Halil saat ditemui di kediamannya, Rabu (27/7).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini mengaku, pihak yayasan sengaja mendatangkan UAS karena belajar dari pengalaman setelah beberapa bulan lalu UAS mengisi ceramah di Masjid Agung Praya, antusiasme masyarakat sangat tinggi dan masyarakat merasa sangat ingin mendengarkan UAS kembali ceramah. “Jadi masyarakat masih haus dengan tausyiah UAS dan ini menjadi motivasi saya untuk melanjutkan apa yang diinginkan masyarakat. Yang jelas ini kita lihat dari antusias masyarakat sebelumnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  BKPP Loteng Serahkan Data 6 Ribu Honorer ke Pusat

Terlebih, cerita dari mulut ke mulut, dirinya yang juga sebagai pendakwah turun berdakwah ke masyarakat dan rata-rata respons masyarakat cukup baik dan antusias ketika mendengar rencana kehadiran dari UAS ini. “Karena pengakuan masyarakat setelah mendengar tausyiah UAS bisa meningkatkan motivasi warga untuk mengerjakan hal-hal yang baik,” terangnya.

Pihaknya mengaku tidak ada pengaruh terhadap isu yang selama ini berkembang terkait isi pengajian dari UAS yang berkaitan dengan radikalisme hingga sempat dideportasi dari Singapura. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pihak keamanan dianggap sudah memberikan izin terkait dengan kegiatan ini. “Jadi selama ini belum saya temukan adanya pro kontra terkait rencana kedatangan UAS ini. Bahkan beberapa teman LSM semua mendukung dan pemerintah desa semua mendukung. Dari BKD juga siap menjaga keamanan saat acara. Sehingga estimasi jamaah yang akan hadir lumayan banyak karena berasal dari Lotim, Lobar, Loteng, KLU dan berbagai daerah lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Pasar Hewan Dibuka Paksa, Petugas Diduga Dapat Intimidasi

Pihaknya juga berharap dengan kehadiran UAS ini kedepan agar pemerintah memperhatikan pondok pesantren (ponpes) dan majelis taklim. Di satu sisi, sentuhan UAS sangat luar biasa dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat. Maka baginya sangat perlu untuk disambut kedatangannya. “Kedatangan UAS hanya untuk menyambut 1 Muharam supaya ada yang dari kurang baik menjadi baik dan saya ke Polda NTB tidak ada penekanan dan kekhawatiran terkait isi ceramah. Terkait dengan kejadian di Singapura saya sempat berkunjung dan menanyakan kepada masyarakat Singapura jika memang Singapura lebih pada menjaga kondusivitas, makanya dapat kabar penyampaian UAS radikal sehingga diantisipasi. Padahal belum terbukti,” tegasnya. (met)