Tujuh Rumah Diterjang Angin Puting Beliung

Nelayan Diminta tidak Nekat Melaut

Tujuh Rumah Diterjang Angin Puting Beliung
BANTUAN : Bantuan untuk warga pemilik rumah yang roboh terkena angin puting beliung disalurkan oleh Dinas Sosial Kota Mataram kemarin. (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM – Sebanyak tujuh unit rumah disapu bersih angin puting beliung di Lingkungan Bintaro Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan kemarin.

Pemerintah Kota Mataram terlah memberikan bantuan kepada pemilik rumah berupa tempat tidur sementara dan bantuan sembako. Camat Ampenan Zarkasy mengatakan, ketujuh rumah telah  dibantu semuanya. “ Ada tujuh rumah yang rusak parah. Bahkan sampai ada yang temboknya hancur,” katanya kepada Radar Lombok kemarin (29/1).

BACA JUGA : Cuaca Buruk, Perahu Nelayan di Lombok Barat Rusak

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas sosial, BPBD Kota Mataram dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk perbaikan rumah para korban. Rat-rata kerusakan berat pada atap rumah. Pemilik rumah mengungsi karena gelombang air laut juga mulai meninggi. Ketujuh rumah tersebut milik Ahmad Rusni, Hendra, Muhsin, Imam, Supardi, Rasidi dan Hamdi.  Mereka rata-rata nelayan. Selain Sembako, juga diberikan terpal dari Dinsos Kota Mataram untuk membuat tenda sementara.

Untuk bangunan permanen, pihak kecamatan berkoordinasi dengan Dinas PerumahandDan Kawasan Permukiman. Rata-rata rumah roboh tergolong rumah tidak layak huni yang belum mendapatkan sentuhan bantuan.

Dikatakan Zarkasy, beberapa daerah yang rawan yakni sepanjang Pantai Ampenan dari Bintaro, Pondok Prasi, Kampung Melayu sampai Gatep. Para nelayan juga telah dihimbau untuk tidak melaut sementaa waktu sesuai himbuan BMKG. “ Kita sudah himbau para nelayan juga tidak melaut sementara,” ucapnya.

Abrasi juga mulai mengancam beberapa wilayah seperti Pondok Prasi, Kampung Bugis dan Kampung melayu. Tempat bersandar perahu nelayan mulai tergerus bahkan sudah mendekati rumah warga sekitar.

BACA JUGA : Cuaca Ekstrim di NTB, Waspadai Pohon Tumbang

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Dedi Supriadi mengatakan, dari data sementara sejak dua hari terakhir sudah delapan rumah yang rusak berat. Antisipasi cuaca buruk dilakukan bersama dinas terkait. Beberapa wilayah seperti di daerah pesisir masih rawan terjadi gelombang pasang maupun angin puting beliung. “  Kita telah kerahkan petugas untuk tetap memantau kondisi wilayah,’’ katanya.

Selain itu himbauan untuk tidak melaut bagi para nelayan telah disampaikan secara lisan dan himbauan tertulis.” Kita minta kalangan nelayan jangan nekat melaut saat ini,” singkatnya. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut