Cuaca Buruk, Perahu Nelayan di Lombok Barat Rusak

Cuaca Buruk
GELOMBANG : Kondisi gelombang tinggi di pantai Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong. (IST FOR RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir ini memaksa nelayan di sebagian pesisir Lombok Barat tidak bisa melaut. Bahkan perahu nelayan di Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong, banyak yang rusak di bagian kantir karena terjangan gelombang tinggi. Belum lagi bagan-bagan nelayan dari Sekotong Barat hingga Desa Batu Putih itu banyak yang rusak. “Penyeberangan wisatawan ke gili juga ada yang ditolak karena cuaca buruk ini, nelayan tidak berani mengantar,” ungkap Sahnil yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata Sekotong Barat ini, Senin (29/1).

BACA JUGA : Cuaca Ekstrim di NTB, Waspadai Pohon Tumbang

Diungkapkan, kondisi nelayan tidak melaut ini sudah berlangsung empat sampai lima hari terakhir. Dalam waktu itu pula nelayan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karenanya diharapkan ada bantuan beras dari Pemkab Lobar, yang biasanya 10 kg per KK. “Tetapi tidak usahlah 10 kg, 5 kg saja nelayan sudah bersyukur, karena kondisinya sudah seperti ini,” terangnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Barat, H. Subandi menerangkan, kondisi nelayan yang tidak melaut karena cuaca buruk ini bukan hanya terjadi di Desa Sekotong Barat hingga Desa Batu Putih, melainkan rata-rata terjadi di sepanjang pantai di Lobar yang ada nelayannya. Baik itu Di Desa Kuranji Dalang, Desa Meninting dan lainnya. Bahkan sempat ada konflik dengan nelayan yang ada di Kota Mataram, yang biasanya menyandarkan perahu di Pantai Senggigi Lobar, kini tidak bisa karena dibangun meja beton. “Ini sebenarnya bencana tahunan, Desember-Maret. Seharusnya ini sudah mulai disalurkan bantuan melalui Dinas Sosial. Coba nanti kita koordinasi Dinas Sosial dan juga BPBD,” jelasnya.

Berkaitan dengan perahu dan bagan nelayan yang rusak, dikatakan itu bakal didata untuk kemudian diupayakan bantuan perbaikan nantinya. Adapun total nelayan di Lobar saat ini mencapai 5.800 nelayan.

Kepala Dinas Sosial Lobar, drg Hj. Ni Made Ambaryati melalui Kasinya menerangkan, untuk pemberian bantuan beras kepada nelayan, itu harus ada penetapan tanggap darurat dahulu dari Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid melalui koordinasi BPBD Lobar. Pemkab Lobar sendiri memiliki jatah 100 ton beras setiap tahunnya. “Nantinya akan didata, berapa jumlah nelayan yang benar-benar akan dibantu, setelah ada penetapan tanggap darurat tersebut,” terangnya.

BACA JUGA : Seorang Bocah Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang

Kepala Pelaksana BPBD Lobar, H. Moh. Nadjib mengatakan, saat ini statusnya itu siaga darurat bencana, segera akan mengarah kepada tanggap darurat bencana. Adapun untuk kondisi nelayan yang tidak melaut karena kondisi cuaca buruk tersebut, diakuinya belum ada koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Lobar.

Berdasarkan rilis yang diterima koran ini dari Prakirawan Stasiun Meteorologi BIL BMKG, Yudhit Adiyatma, pada 29-31 Januari 2018, cuaca umumnya diperkirakan hujang ringan hingga hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima pada siang hingga dini hari. Angin bertiup dengan variasi arah dominan dari Barat Daya hingga Utara dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 km/jam. Kemudian pada 1-4 Februari 2018 diperkirakan hujan ringan hingga hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima pada pagi hingga malam hari. Kemudian angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan dari Barat Daya hingga Utara dengan kecepatan angin maksimum mencapi 35 km/jam. (zul)