Seorang Bocah Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang

NTB akan Dilanda Angin Kencang

Seorang Bocah Tewas Tertimpa Pohon
TUMBANG : Pohon tumbang akibat angin kencang di Taman Udayana memakan korban dua anak. Satunya tewas Minggu kemarin (27/1). (IST/ RADAR LOMBOK)
Advertisement

MATARAM – Angin kencang yang terjadi di Kota Mataram membuat pohon yang ada di Jalan Udayana tumbang dan menimpa dua orang anak Minggu kemarin (28/1).

Satu anak meninggal dunia. Satunya lagi mengalami luka yang cukup parah.Korban yang meninggal dunia bernama Irmawati (10 tahun), warga Lingkungan Karang Kelok Kelurahan Monjok Baru. Korban mengalami luka pada bagian belakang kepalanya. Korban lainnya adalah Rizki (11 tahun),  warga Karang Kelok Mataram. Anak kelas 6 SD ini mengalami cedera di bagian paha kanan, pipi sebelah kiri bengkak dan saat ini masih mendapatkan perawatan di RS Angkatan Darat.

Kejadian ini terjadi Minggu siang  sekitar pukul 13.15 Wita. Pohon yang tumbang berada kawasan Tugu Bumi Gora. Warga yang berada di dekat lokasi kejadian menuturkan, dua korban sedang bermain di bawah pohon yang tumbang.” Mereka bermain di bawah pohon ini bertiga tiba-tiba pohonnya tumbang,” kata Sir, seorang warga.

BACA JUGA :  Cari Ikan di Bendungan Pandanduri, Muliadi Tewas Disambar Petir

Warga memberikan pertolongan, membawa keduanya ke rumah sakit terdekat.Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Mataram HM. Kemal Islam menyampaikan dukacita atas nama Pemkot Mataram terkait kejadian ini. Pemkot akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal termasuk juga korban yang masih dalam perawatan karena mengalami luka-luka.

Kasus warga tewas tertimpa pohon tumbang saat cuaca buruk  bukan kali ini saja. Tahun lalu, Safi’i, 39 tahun warga Bertais Kecamatan Selaparang Kota Mataram tewas tertimpa pohon saat melintas  di Jalan Brawajiya Kota Mataram. Korban hendak menjemput anaknya  di SMPN 14 Mataram tidak jauh dari lokasi kejadian. Lalu  seorang pelajar SMA di Kota Mataram tewas setelah tertimpa dahan pohon yang patah di Jalan Pejanggik Kota Mataram.

Sementara itu Wilayah NTB beberapa hari terakhir terus dilanda angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut semakin menjadi-jadi mulai tanggal 28 Januari dan diprediksi hingga 31 Januari 2018.

Kepala Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto mengungkapkan, wilayah NTB memang akan diterpa angin yang cukup kencang hingga beberapa hari kedepan. “Peningkatan kondisi kecepatan angin di wilayah NTB disebabkan oleh adanya gradien tekanan udara yang besar di wilayah NTB,” terangnya, Minggu kemarin (28/1).

Dijelaskan, posisi matahari saat ini berada di sebelah selatan Equator. Kondisi tersebut mengakibatkan terbentuknya daerah tekanan rendah yang berada di selatan Equator, tepatnya di daratan Utara Australia. “Rata-rata tekanan udara saat ini di wilayah equator indonesia berkisar pada nilai 1008hPa, kemudian tekanan rendah yang terbentuk di daratan Utara Australia saat ini mencapai nilai 992 hPa,” terangnya.

Selisih tekanan udara yang besar itulah memicu peningkatan kecepatan angin pada daerah yang dilaluinya. Berdasarkan analisis pihaknya, pergerakan angin datang dari dari Laut Cina Selatan (BBU) bergerak menuju wilayah equator menuju wilayah perairan sekitar Bangka Belitung.

Setelah itu, angin berbelok ke arah timur dan mengalami peningkatan kecepatan saat melewati wilayah Jawa, Bali, NTB dan NTT. “Dekatnya posisi NTB dengan pusaran pusat tekanan rendah itu juga menjadi pendukung peningkatan kecepatan angin yang terjadi di sekitar wilayah NTB,” ucap Agus.

Kondisi peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB di prakirakan bisa mencapai nilai maksimum hingga 50 kilometer per jam. Angin kencang akan berlangsung hingga 3 hari kedepan sampai tanggal 31 Januari 2018.

Oleh karena itu, Agus mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati dengan cuaca saat ini. Mengingat, dampak yang dapat ditimbulkan bisa membahayakan masyarakat itu sendiri. “Dampaknya seperti pohon tumbang dan juga peningkatan tinggi gelombang yang bisa mencapai 2 meter lebih di Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, Perairan Utara dan Perairan Selatan NTB,” tutup Agus.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H Mohammad Rum mengatakan, cuaca saat ini harus diwaspadai oleh masyarakat. Mengingat, bencana bisa saja terjadi tanpa diduga sebelumnya.

Menurutnya, NTB rentan mengalami berbagai jenis bencana, termasuk yang diakibatkan oleh angin kencang. Apalagi telah banyak pohon-pohon tumbang akibat angin kencang. Belum lagi hujan menjadi ancaman terjadinya longsor di beberapa titik di NTB.

BACA JUGA :  Rekrutmen Guru Honorer di Provinsi NTB Terancam Batal

Oleh karena itu, BPBD NTB juga mengimbau kepada seluruh kabupaten/kota untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Sikap tanggap pemerintah daerah sangat dibutuhkan saat ini. “Kita tidak inginkan terjadi bencana, tapi harus siap hadapi banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Pohon dan papan reklame juga tolong dipastikan tidak roboh karena angin kencang,” kata Rum.

Kepada seluruh masyarakat, Rum juga mengimbau agar menahan diri untuk tidak keluar rumah sembarangan. Apalagi ketika angin kencang terjadi, hal itu sangat membahayakan. Terutama bagi anak-anak yang sering kali bermain sembarangan dan kurang peka terhadap ancaman bahaya.

Angin kencang tidak bisa dilawan atau dihilangkan. Langkah yang bisa dilakukan yaitu meminimalisir dampak yang bisa ditimbulkan. “Untuk ancaman pohon tumbang waspadai di kota mataram, Kota Praya dan sepanjang jalan negara Ampenan ke Labuhan Lombok,” jelas Rum. (ami/zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid