Baru Dilahirkan, Bayi Cantik Dibuang di Tengah Sawah

DITEMUKAN: Inilah bayi yang ditemukan oleh warga Desa Janapria, Rabu (26/6). (IST FOR RADAR LOMBOK)

PRAYA–Warga Janapria, Lombok Tengah digegerkan dengan penemuan sesosok bayi di dalam kardus di tengah sawah milik warga, Rabu (26/6).

Bayi perempuan yang diperkirakan baru lahir dan diduga hasil hubungan di luar nikah tersebut, saat ini sedang mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Kepala Dusun Nunang Utara, Desa Janapria, Mansur mengatakan bahwa bayi tersebut ditemukan oleh warga atas nama Remi alias Inaq Ani yang curiga akan kardus dengan kain di tengah sawah. Setelah dilihat, ternyata di dalam kardus tersebut ada bayi yang baru lahir dan sontak warga langsung membawa bayi tersebut ke puskesmas terdekat untuk menerima perawatan intensif.

“Terkait kejadian penemuan bayi ini, awalnya saya tidak berada di rumah karena ada kegiatan di luar. Tapi saya dapat informasi dari warga kaitan dengan temuan ini, makanya saya buru-buru balik dan ternyata benar ada penemuan bayi,” ungkap Mansur.

Diungkapkan, bayi malang itu ditemukan sekitar pukul 10.00 WITA oleh warga di tengah sawah. Informasi dari warga yang menemukan bahwa Inaq Ani menemukan bayi malang itu saat pergi ke sawah untuk melakukan aktivitas seperti biasa.

Baca Juga :  Gagal ke Mekkah, Pria Asal Lekor Lombok Tengah Rusak Mobil Polisi

“Warga menemukan kotak yang dikira isinya bukan bayi tapi setelah mendekat baru jelas bahwa yang ada di dalam kotak itu adalah bayi,” terangnya.

Sontak Inaq Aini teriak memanggil warga lainnya yang kebetulan berdekatan dengan lokasi ditemukannya bayi malang itu. Sehingga warga lain berdatangan, baru kemudian diangkat oleh warga bernama Asyim.

“Warga kemudian dengan panik membawa bayi ini ke rumah saya, kemudian sesampainya di rumah dilihat masih sehat dan langsung istri saya dan warga bawa ke puskesmas,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang dokter di Puskesmas Janapria dr. Handy Fujianto mengatakan bahwa, bayi tersebut saat ini dalam kondisi sehat dan mendapatkan perawatan khusus di ruang bayi.

Berat badan bayi saat ini kurang lebih 2 kg dan bayi tersebut sebetulnya belum cukup usia untuk lahir. “Bayi saat dibawa warga memang dalam kondisi kedinginan dan langsung kita berikan perawatan di ruang penghangat, kita lihat bayi banyak terkena oleh serpihan jerami. Makanya kita bersihkan juga bekas jerami, agar jangan sampai akibat jerami ini kulit bayi menjadi gatal dan merah dan membuat bayi iritasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Doni Warga Perok Janapria Tewas Ditikam Tetangga

Dari hasil pemeriksaan bayi ini dilahirkan belum cukup bulan. Pihaknya memperediksi usia bayi kisaran 34 hingga 35 minggu, karena melihat dari berbagai aspek yang membuat umur bayi belum cukup waktu untuk dilahirkan. Saat ini kondisi kesehatan bayi cukup bagus, karena dari dokter cepat memberikan penanganan.

“Perkiraan lahir kemungkinan satu atau dua jam sebelum ditemukan, kalau kita lihat dari bentuk bayi, dilahirkan lebih dari dua jam yang lalu seharusnya badan sudah membiru tapi kita lihat yang sudah membiru hanya tangan dan kakinya. Saat ditemukan dalam kardus juga masih ada ari-ari yang baru terpotong,” tambahnya.

Untuk sementara, bayi tersebut akan dilakukan perawatan di puskesmas untuk menunggu kejelasan dari pihak kepolisian dan Dinas Sosial apakah bayi tersebut akan diadopsi dan lainnya. “Insyaallah meski kurang cukup bulan, tapi usia bayi sehat karena hanya kurang sedikit saja waktu atau masa lahirnya. Karena usia kehamilan yang normal diangka 36 minggu,” tegasnya. (met)

Komentar Anda