Jadi Temuan BPK, 124 Randis Pemkot Mataram Tidak Jelas

RANDIS : Pemkot Mataram tengah mencari keberadaan 124 kendaraan dinas yang tidak jelas keberadaannya. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemkot Mataram masih dipusingkan dengan permasalahan aset yang belum tuntas secara keseluruhan. Fokus pemerintah bukan saja soal aset rumah dinas yang diminta untuk dirapikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tetapi juga aset daerah berupa kendaraan dinas (Randis) yang belum dituntaskan. Tercatat sebanyak 124 randis di lingkungan Kota Mataram belum jelas. 125 randis tersebut seluruhnya berupa kendaraan roda dua. ‘’Termasuk temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) jumlahnya itu kalau tidak salah 124 kendaraan. Itu motor semua,’’ ujar Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, Selasa (25/6).

Alwan menjelaskan, 124 randis tersebut akumulasi temuan BPK sejak beberapa tahun sebelumnya. KPK meminta Pemkot Mataram untuk menelusuri keberadaan seluruh aset berupa randis tersebut. ‘’Ini yang sedang kami upayakan untuk mencari fisik kendaraan dinas itu,’’ katanya.

Pemkot Mataram tidak tinggal diam terhadap temuan tersebut. Pendataan tengah dilakukan secara menyeluruh. Mulai dengan mendata pemegang kendaraan dinas, keberadaan kendaraan roda ini ditelusuri satu per satu. Tetapi upaya tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena kendaraan dinas yang dicari pengadaan jauh sebelumnya. ‘’Ini motor-motor yang sudah lama karena di situ pelatnya yang tidak ada. Terus BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor) tidak ada. Inilah yang sedang kita cari posisi-posisinya di mana dan siapa yang pegang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Objek Wisata Giong Siu dapat Kucuran Rp 200 Juta

Kendati demikian, Pemkot Mataram cukup yakin persoalan kendaraan dinas ini bisa dituntaskan. Pencarian tetap dilakukan walaupun membutuhkan waktu yang tidak singkat. ‘’Kita pelan-pelan, kan masih banyak aset yang menjadi PR kita,’’ terangnya.

Alwan menambahkan, 124 roda dua tersebut tersebar di sejumlah OPD. ‘’Yang jelas dipegang oleh beberapa OPD. Ini masih kita identifikasi,’’ imbuhnya.

Meski randis yang ditelusuri keberadaannya sudah berusia tua tetap saja harus dirapikan karena kerap menjadi temuan BPK. Setelah ditemukan, Pemkot Mataram bisa mengoptimalkan aset randis tersebut dan termasuk nantinya bisa dilelang. ‘’Makanya itu yang menjadi target kita. Bisa saja dilelang nanti,’’

Baca Juga :  Pemkot Borong Ribuan Tiket WSBK

Soal potensi Pemkot Mataram menggandeng kepolisian untuk mencari randis tersebut. Karena bisa saja randis yang dicari ini digadai atau dijual oleh pemegangnya. Sekda mengatakan, belum saatnya untuk melibatkan kepolisian. ‘’Makanya kita kaji permasalahan masing-masingnya dulu OPD-nya dimana. Siapa tahu randisnya dibawa oleh pensiunan atau di mana,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana mengatakan, Kota Mataram fokus untuk menertibkan aset barang bergerak. Seperti kendaraan dinas yang banyak menjadi catatan. Dia mengeluarkan instruksi, untuk kendaraan yang penggunaannya tidak sesuai ketentuan atau tidak digunakan, lebih baik untuk dikembalikan ke Pemkot Mataram untuk selanjutnya dimaksimalkan. “Kita minta itu dikembalikan,” katanya. (gal)

Komentar Anda