Tegang, LTP Junior Akhirnya Menang

LTP Junior Akhirnya Menang
SENGIT: Pertandingan antara Labuapi Junior melawan LTP Junior berlangsung sengit di lapangan Babaretow Jelantik, kemarin. (DHALLA/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Luar biasa!. Gemuruh pujian itu menggema di lapangan Babaretow Jelantik Kecamatan Jonggat, kemarin (8/5).

Jantung para penonton seperti deg-degan. Tegang bercampur senang seperti berkecamuk di hati mereka. Sebagian ada yang joget bergembira ketika jagoannya menelurkan poin. Mendadak juga wajah mereka cemberut gelisah ketika jagoannya ketinggalan poin.

Iya, itulah permainan seru dan tegang yang dilakoni tim bola voli LTP Junior saat bertanding melawan Labuapi Junior pada open turnamen antar pelajar ‘Tunas Babaretow’ kemarin. Kedua tim yang diasuh pemain-pemain senior ini menampilkan permainan terbaiknya untuk masuk ke babak final. Mereka bermain entertain, cantik, elegan, sekaligus ganas. Sehingga membuat para penonton yang menyaksikan kemarin terpukau.

Bagaimana tidak, kedua tim bermain seimbang. Skor poinnya pun nyaris tak berbeda jauh. Terutama di set empat dan lima. Maklum, kedua tim merupakan tim tangguh yang masih tersisa pada laga open turnamen ‘Tunas Babareto’. Hingga tak heran, jika mereka bermain sengit dan menegangkan.

Pada set pertama, permainan terlihat landai dan biasa saja. Kedua tim sepertinya sama-sama saling menjajaki kekuatan. Meski demikian, mereka harus tetap serius untuk menang. Tak boleh langah, apalagi lalai. Tapi keberuntungan pada set pertama ini sepertinya menjadi pertanda kemenangan LTP Junior. Labuapi tertinggal pada angka 14-25 (Labuapi-LTP Junior).

Memasuki set kedua, anak-anak Labuapi mulai berbenah. Mereka memperbaiki posisi dan formasi. Terutama Sukma yang menjadi toser andalan anak-anak Labuapi. Dia mulai mengambil jurus-jurus terbaiknya. Begitu juga denga Surya yang menjadi salah satu pemain terbaik anak-anak Labuapi. Alhasil, set kedua mereka berhasil menyamai kedudukan dengan sekor 25-17 (Labuapi-LTP Junior).

Set ketiga berlangsung, permainan kedua tim ini semakin rapi dan seimbang. Mereka bermain cukup cantik dan cerdik, sehingga tak mudah menjebol pertahanan masing-masing. Set ini berlangsung dengan selisih skor poin tipis, yakni 23-25 (Labuapi-LTP Junior).

Kekalahan anak-anak Labuapi dengan 1-2 semakin membuat anak-anak Labuapi tersulut. Begitu juga dengan anak-anak LTP. Terlebih, suporter mereka yang hampir berimbang seakan membakar semangat mereka untuk menang. Namun, kedua tim ini benar-benar tangguh. Mereka menunjukkan keahliannya memainkan bola bundar itu.

Hasilnya, sempat terjadi jus ketika memasuki angka 24-24. Begitu seterusnya hingga masuk angka 25-25, 26-26, dan 27-27. Melihat ketangguhan kedua tim ini, riuh semangat dukungan pun menggema dari empat sisi tribun Babaretow. Mereka mengelu-elukan jagoannya agar segera menuntaskan permainan dan menang. Terutama pada pendukung Labuapi yang sejak sebelumnya tegang dan mengharapkan kemenangan. Alhasil, Labuapi sukses menekuk anak-anak LTP dan menyamai kedudukan dengan skor 29-27 (Labupai-LTP-Junior).  

Berakhirnya set keempat bukannya mengakhirkan ketegangan, tetapi semakin membuncah. Apalagi, situasinya kedua tim ini harus bermain tanpa sinar matahari. Mereka sudah harus menggunakan lampu penerang lapangan, karena sudah memasuki waktu Magrib. Namun, semangat para penonton tetap menggebu-gebu meski hanya dengan gerak gerik saja.

Jual beli poin pun tak terhindari antar kedua tim ini. Mereka bermain cukup alot, terutama di ujung set. Ofisiel kedua tim beberapa kali harus minta tim out untuk menata formasi dan strategis. Meski waktu semakin sempit, tapi kesempatan sedikit itu tetap menjadi peluang emas untuk memenangkan permainan.

Saling kejar poin pun tak terhindari. Ujung set seakan semakin tegang seiring semakin tingginya skor. Beberapa kali kedua tim melakukan kesalahan, terutama anak-anak LTP yang sering kali menyentuh net. Kesalahan itu seakan menjadi peluang emas bagi anak-anak Labuapi untuk terus menambah poin. Ketegangan pun akhirnya sirna bercampur riuh gemuruh sorak sorai penonton yang sejak tadi menggema di lapangan Babaretow.

Anak-anak Labuapi pun tumbang dengan tertinggal di angka 13-15 (Labuapi-LTP Junior). Kemenangan anak-anak LTP itu sekaligus mengantar mereka memasuki babak final berikutnya. ‘’Luar biasa!. Ini adalah permainan paling menegangkan dalam open turnamen kali ini,’’ ungkap komentator Armin Ahmad. (dal/*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid