Syarat Sertifikat Vaksin Beratkan Peserta SKD CPNS

illustrasi

GIRI MENANG -Rencananya peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Lombok Barat harus sudah divaksin dibuktikan dengan adanya serifikat vaksin. Namun rencana ini masih belum pasti karena belum ada petunjuk atau aturan resmi dari pusat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Lombok Barat, Syahrudin, menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait keharusan vaksin bagi para peserta SKD. Untuk itu pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun ke pusat terkait rencana ini.”Belum ada instruksi resmi dari pusat,” katanya kemarin.

BACA JUGA :  Kasus Baru Positif Covid-19 Melonjak, Sehari 119 Kasus

Jadwal SKD untuk pelamar di Lombok Barat adalah tanggal 25 Agustus mendatang. Pihaknya ingin segera memastikan informasi keharusan vaksin agar cepat dikabarkan ke para pelamar, agar mereka mempersiapkan diri.”Kalau memang ada keharusan, biar segera saya sampaikan kepada para peserta, agar mereka ada waktu untuk mendapatkan vaksin, minimal memiliki surat keterangan sudah vaksin itu,” tegasnya.

Meski begitu Syahrudin sendiri berharap keharusan vaksin ini tidak diberlakukan. Mengingat sulitnya warga mendapatkan vaksin saat ini. Stok vaksin di Lombok Barat sering limit.” Kalau saya berharap cukup dengan protokol kesehatan yang ketat selama pelaksanaan SKD,” tegasnya.

BACA JUGA :  Banyak Nakes Terpapar, Layanan RS Terganggu

Memang dulu ada wacana agar peserta wajib menunjukkan kartu vaksin, tetapi itu khusus untuk daerah yang bertstus merah.

Jumlah peserta yang akan mengikuti SKD 1.893 orang. Ada tambahan sekitar 700 orang setelah masa sanggah. Mereka yang tidak lulus administrasi diberikan hak sanggah. Hasilnya ratusan orang dinyatakan lulus.”Kalau misalnya wajib vaksin, nanti tidak semua orang memiliki kartu vaksin, otomatis peserta tidak bisa juga ikut semua, padahal sudah banyak yang diluluskan,” katanya. (ami)