Suryade Bantah Paket ADHA Bubar

ADHA
ADHA: Paket pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Loteng, Lalu Suryade-Habib Ziadi (ADHA), kini diterpa isu bubar. (M. HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)
Advertisement

PRAYA—Isu tidak sedap menerpa paket pasangan calon (Paslon) Lalu Suryade-Habib Ziadi (ADHA), yang akan maju di Pilkada Lombok Tengah (Loteng). Pasalnya, paket yang digadang-gadang akan diusung oleh Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, diisukan sudah bubar karena berbagai persoalan.

Khabar yang berembus, bubarnya paket ADHA itu, karena Habib Ziadi konon lebih memilih nomor satu dibandingkan menjadi nomor dua (calon wakil). Disatu sisi, Lalu Suryade ternyata diketahui merupakan salah satu Komisaris di sebuah perusahaan yang diberikan izin untuk ekspor budidaya bibit lobster yang saat ini banyak diperbincangkan publik.

Namun Lalu Suryade ketika dikonfirmasi isu tersebut, membantah tegas. Baginya, sampai saat ini paket ADHA masih solid dan tidak benar kalau mereka bubar. Meski pihaknya tidak menafikkan, bahwa dia merupakan salah satu komisaris di perusahaan yang mendapatkan izin untuk budidaya atau ekspor lobster. Hanya saja, itu tidak bisa menjadi acuan untuk mengklaim jika paket ADHA ini bubar.

“ADHA tidak bubar. Kalau saya komisaris sebuah perusahaan budidaya lobster yang juga memegang izin lobster di Bali, memang benar,” ungkap Lalu Suryade, saat dihubungi Radar Lombok, Rabu kemarin (8/7).

Ketika ditanya apakah nantinya dengan menjadi komisaris ini, tidak akan mengganggu proses di Pilkada? Dan kalau disuruh memilih antara maju di Pilkada dengan tetap di Komisaris, akan memilih yang mana? Kembali Suryade mengatakan tidak ada aturan yang menegaskan dirinya harus mundur dari Komisaris, mengingat perusahaan yang menjadi tempatnya bekerja adalah perusahaan swasta.

“Tidak ada aturan atau ketentuan yang dilanggar bila saya jadi komisaris perusahaan swasta. Saya pemegang saham pula disana. Kecuali jadi Komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” tegasnya.

Pihaknya kembali mempertegas jika sampai saat ini pihaknya bersama Habib Ziadi yang merupakan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan (NW) Mispalah, masih solid. Bahkan pihaknya optimis kedepan akan diusung oleh PBB dan PKS untuk bisa maju di Pilkada Loteng mendatang. “Insya Allah PBB-PKS,” yakinnya.

Suryade sampai saat ini mengaku belum membahas kapan rencana akan melakukan deklarasi. Namun pihaknya memastikan sampai sekarang komunikasi politik tetap berjalan dengan baik, termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Untuk deklarasi belum dibahas,” singkatnya. (met)