SDN 3 Stanggor Lestarikan Permainan Tradisonal

ENGGRANG: Para siswa/siswi SDN 3 Setanggor terlihat sangat ceria dan menikmati sekali permainan tradisional khas Lombok, Enggrang, yang juga menjadi kegiatan ekstrakurikuler sekolah ini. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Banyaknya permainan  (games) online, dan kian berkembangnya dunia teknologi informasi, membuat permainan tradisional khas Lombok seperti Enggrang, kini sudah mulai dilupakan. Namun tidak demikian halnya di SDN 3 Stanggor, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), permainan Enggrang ini tetap dilestarikan.

Kepala SDN 3 Stanggor, Serum menjelaskan bahwa permainan Enggrang memang saat ini sudah jarang dikenal oleh anak-anak, akibat menjamurnya games online. Karena itu, pihak sekolah berinisiatif mengembangkan, dan mengenalkan kembali kepada para siswanya. “Kita sekarang menjadikannya sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh semua siswa,” ungkapnya, Selasa (22/11).

Dengan membangkitkan permainan tradisional seperti ini, para siswa diharapkan secara perlahan meninggalkan game-game online yang justru membuat mereka menjadi malas belajar. Apalagi kalau para siswa tersebut menjadi kecanduan. ”Kalau hal-hal seperti ini terus kita biarkan, kedepanya para siswa jadi apa?” tanyanya.

Selain membangkitkan permainan tradisional Enggrang, pihak sekolah juga secara kontinyu mengadakan lomba antar siswa, sebagai penambah semangat. “Untuk permainan tradisional ini, kemarin kita juga adakan lomba antar sekolah. Meskipun sekolah kami tidak mendapat juara,” akunya.

Selain permainan Enggrang ini lanjutnya, pihak sekolah juga intens mendidik para siswa/siswinya untuk menghapal Al Qur’an (Tahfiz). Dimana sejak ada program tahfiz ini, banyak para siswa yang kemudian berhasil meraih juara 1 di tingkat kecamatan. “Iya dasarnya kan tingkat kecamatan dulu. Namun kita berharap kedepannya kita bisa mengirim anak-anak ke tingkat yang lebih tinggi,” harapnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid