Satu Ton Pupuk Bersubsidi Diamankan Polisi di Loteng

DIAMANKAN: Inilah barang bukti (BB) pupuk bersubsidi yang diamankan Polres Lombok Tengah, kemarin. (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA–Di balik kelangkaan pupuk bersubsidi yang menimpa para petani di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, ternyata dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk meraup keuntungan.

Kali ini Tim Satgas Pupuk Polres Lombok Tengah berhasil mengamankan pupuk bersubsidi jenis Phonska yang diduga dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tanpa dokumen lengkap. Pupuk bersubsidi ini diamankan Sabtu (18/12) sekitar pukul 13.00 WITA, di Jalan Raya Desa Sengkol, Kecamatan Pujut.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hery Indra Cahyono, ketika dikonfirmasi membenarkan diamankannya pupuk bersubsidi yang dijual di atas HET itu. Pihaknya menyampaikan bahwa penangkapan dilakukan oleh anggota satgas pupuk yang antara lain AIPTU Muhamad Hamdi, AIPDA Agus Sucipto dan BRIPKA Umar Wirahadi Kusuma. Mereka mengamankan pupuk bersubsidi jenis Phonska sejumlah satu ton yang diangkut menggunakan Daihatsu Grand Max Nopol DR 8353 SI.

BACA JUGA :  Perempuan Bersuami Ini Memasukkan Selingkuhannya ke Kamar Lewat Jendela

“Pupuk bersubsidi ini diamankan di Jalan Raya Dusun Bunmas, Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah,” ungkap Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hery Indra Cahyono.

Adapun yang menjadi supir yang mengangkut pupuk ini adalah M, 55 tahun, warga Dusun Rempung, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah dan LMZ, 37 tahun, warga Mangkung Daye, Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

BACA JUGA :  Mayat Perempuan Tua Ditemukan dengan Darah di Bagian Muka di Batukliang

“Dari hasil interogasi kepada M dan LMZ bahwa pupuk bersubsidi jenis Phonska tersebut dibeli tidak menggunakan/tidak sesuai E-RDKK,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa HET pupuk Phonska bersubsidi tersebut Rp 230.000 per kwintal sedangkan pupuk yang diamankan tersebut dibeli dengan harga Rp 430.000 per kwintal. Jadi total harga keseluruhan Rp 4.300.000 yang dibeli dari salah seorang warga yakni I asal Dusun Semoyang, Kecamatan Praya Timur.

“Pupuk tersebut rencananya akan dibawa ke Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah,” tegasnya. (met)