Sangkep Warige Bau Nyale Digelar 11 Januari

RAPAT: Rapat persiapan sangkep warige yang berlangsung di Dusun Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Jumat (6/1). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAPemkab Lombok Tengah bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat dan berbagai pihak lainnya akan melakukan ritual “sangkep warige” pada 11 Januari 2023 mendatang. Pertemuan ini digelar untuk musyawarah demi mendapatkan kesepakatan terkait waktu pelaksanaan bau nyale yang sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat Lombok. Rencananya, pertemuan akbar tokoh adat gumi Tatas Tuhu Trasna ini digelar di Dusun Adat Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah, H Lendek Jayadi mengaku sudah tiga kali rapat persiapan bersama budayawan dan berbagai pihak lainnya untuk menentukan jadwal ‘sangkep warige’ ini. Baru kemudian diputuskan untuk digelar di Dusun Adat Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut selama sehari penuh.

Seperti biasa, dalam pertemuan itu nantinya akan dihadiri oleh para tokoh adat dari empat penjuru mata angin, budayawan, tokoh muda, dan unsur elemen masyarakat lainnya. Pertemuan ini digelar sehari penuh seperti tahun-tahun sebelumnya namun ada perpanjangan waktu selama sehari penuh. Karena sebelum sangkep warige digelar akan didahului dulu dengan ‘sangkep madie’. Di mana para tokoh utama nantinya akan memulai perhitungan untuk menentukan waktu jatuh tanggal 20 bulan 10 kalender Sasak. ‘’Baru kemudian dilanjutkan dengan sangkep warige atau sidang paripurna agar perdebatannya tidak terlalu alot seperti tahun-tahun sebelumnya,’’ ungkap H Lendek Jayadi, Jumat (6/1).

Baca Juga :  Jaksa Diminta Usut Tuntas Kasus Korupsi RSUD Praya

Untuk meminimalisir agar musyawarah bisa berjalan dengan indah dan penuh kemesraan dan tidak terlalu panjang dinamika rapat. Nantinya dalam sangkep warige akan diundang semua tokoh budayawan di Kecamatan Pujut hingga para tokoh budayawan lainnya seperti dari Masyarakat Adat Sasak (MAS) hingga jajaran Forkopimda. “Sangkep warige ini tidak hanya sebagai salah satu penentu bau nyale tapi juga kita harapkan menjadi salah satu atraksi utama yang menjadi daya tarik wisatawan di Dusun Ende. Terlebih akan ada event-event awal yang dipersembahkan oleh pengelola di Ende ini, seperti ritual di Gunung Pujut kemudian di Bale Jajar menjadi daya tarik juga,” terangnya.

Baca Juga :  Proyek Tidak Beres, Bupati Loteng Diminta Evaluasi Dinas PUPR

Dengan demikian, desa wisata Sengkol ini bisa menjadi satu paket rangkaian dari sangkep warige ini. Terlebih pihaknya berharap sangkep warige ini akan tetap dilaksanakan di Dusun Ende, mengingat sangkep warige berbicara budaya maka harus dilaksanakan di dusun yang memiliki atraksi budaya.“Maka setelah selesai sangkep warige sebagai penentu kapan pelaksanaan bau nyale kemudian hari berikutnya kita akan langsung melaksanakan rapat koordinasi di jajaran pemda untuk menentukan langkah selanjutnya dan kegiatan apa saja yang akan kita lakukan untuk mendukung event Bau Nyale ini,” tegasnya. (met)

Komentar Anda