Qomar : Ibu Rohmi Sendiri Mau Berpisah Zulkieflimansyah

MATARAM – Pengurus DPW Partai Perindo NTB Samsul Qomar mengungkapkan duet Zul-Rohmi jilid II tidak berlanjut di pilkada NTB 2024 adalah tidak terlepas dari keinginan pribadi Sitti Rohmi Djallillah yang tidak ingin bersama Dr Zulkeiflimansyah dan memilih maju sebagai calon Gubernur NTB.

” Ibu Rohmi sendiri secara pribadi, sudah tidak ingin melanjutkan duet Zul-Rohmi jilid II,” kata mantan anggota DPRD Lombok Tengah, Minggu (26/5/2024). Karena itu, pihaknya tentu tidak bisa memaksa Sitti Rohmi Djallilah untuk kembali berpasangan dengan Zulkieflimansyah di pilgub NTB. ” Tidak mungkin kami memaksa ibu Rohmi, jika beliau sudah tidak mau melanjutkan Zul-Rohmi jilid 2,” terangnya.

Dia menegaskan, pemasangan baliho Rohmi-Firin yang begitu masif di 10 kabupaten/kota, tidak mungkin tanpa izin dan restu dari Sitti Rohmi Djalillah. Sebab itu, pihaknya tetap yakin dan optimis duet Rohmi-Firin akan bisa mendaftar di KPU sebagai kontestan di pilgub NTB pada pertengahan Agustus 2024 mendatang. ” Kami optimis Rohmi-Firin akan berlanjut dan daftar di KPU,” imbuhnya.

Disinggung terkait pernyataan Ketua umum PB NWDI Dr TGB Zainul Majdi lebih mendukung Zul-Rohmi ketimbang Rohmi-Firin, dan tidak boleh ada mengatasnamakan NWDI untuk dukung Rohmi-Firin. Qomar mengatakan, pihaknya tentu menghormati apa yang disampaikan ketum PB NWDI Dr TGB Zainul Majdi.
” Dan itu pernyataan beliau (TGB,red) secara pribadi. Tentu kita hormati,” terangnya.

Baca Juga :  PKS Klaim Elektabilitas Zul-Rohmi Tertinggi

Dia mengatakan, pihaknya setuju bahwa tidak boleh ada yang membawa-bawa nama ormas NWDI untuk memberikan dukungan terhadap paslon tertentu di pilgub termasuk dukungan terhadap Rohmi-Firin. Pasalnya, memang sejauh ini belum ada keputusan resmi dari ormas NWDI terhadap arah dukungan di pilgub NTB. ” Kami sepakat itu (Tidak boleh membawa-bawa ormas NWDI untuk dukungan di pilgub,red),” imbuhnya.

Diungkapkan, pihaknya selama ini juga tidak pernah membawa-bawa NWDI untuk memberikan dukungan kepada Rohmi-Firin. Jika pun ada deklarasi dukungan bagi Rohmi-Firin misalnya seperti di Taliwang KSB, itu adalah deklarasi dukungan dari gerakan rakyat. Namun demikian, Qomar menyakini bahwa pada akhirnya nanti ormas NWDI akan memberikan dukungan kepada duet Rohmi-Firin di pilgub NTB. ” Kita yakin NWDI pada keputusan resmi nanti akan mendukung Rohmi-Firin,” imbuhnya.

Lebih lanjut diungkapkan, ada beberapa hal yang membuat duet Zul- Rohmi harus pisah. Dr Zul dinilai gagal melanjutkan program yang telah dibangun oleh TGB KH Zainul Majdi, saat masih menjadi gubernur dua periode. Diantaranya program pariwisata halal. Saat TGB jadi gubernur, wisata halal NTB berada di urutan ke dua setelah Malaysia. Ini artinya pariwisata halal NTB sudah mendunia dan berhasil.

Selanjutnya program kajian ilmu tafsir dan kitab kitab kuning lainnya di Islamic Center. Sebab dengan dibangunnya Islamic Center, jadi tempat kajian kajian ilmu agama, itu tidak dilanjutkan. Termasuk NTB jadi provinsi sejuta sapi dan hasil industri karya putra daerah hilang dan masih banyak program TGB yang tidak dilanjutkan oleh Dr Zul. “Pak TGB sudah susah payah bangun NTB dan berhasil, setelah diberikan kepercayaan oleh TGB bergandengan dengan Ibu Rohmi, program yang sudah dibuatkan pondasi tidak dilanjutkan,” katanya.

Baca Juga :  Mohan Siap Adu Survei dengan Pj Gubernur

Selanjutnya, ada beberapa catatan dari tim Rohmi. Program Rohmi sebagai wagub malah lebih berhasil dari pada program Zul, misalnya penurunan angka stunting dan yang lainnya. “Jabatan sebagai wakil saja, Ibu Rohmi sukses dengan programnya, apalagi jabatannya sebagai gubernur. Makanya kita dukung Ibu Rohmi maju bersama Firin, menata NTB lebih baik,” paparnya.

Sementara itu, pengamat politik UIN Mataram, Dr Agus mengatakan, bahwa sikap politik TGB yang meminta cagub dan cawagub (Rohmi-Firin,red) dalam deklarasi tidak menggunakan embel-embel organisasi NWDI dianggap sebagai hanya cek ombak seberapa banyak penerimaan paket tersebut di publik. Dan dirinya sangat yakin bahwa TGB akan menyampaikan sikap politiknya di injury time. “Saya memperhatikan di setiap momen pilkada TGB selalu mengambil keputusan di injuri time. Dan sikapnya terhadap Rohmi-Firin hanya cek ombak,” tandasnya.(yan)

Komentar Anda