Puluhan Korban Gempa 2018 Desa Sintung Masih Tidur di Tenda

Herman (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAPuluhan korban gempa tahun 2018 di Desa Sintung Kecamatan Pringgarata, ternyata masih ada yang tidur di bawah tenda. Mereka belum mendapatkan bantuan dari pemerintah meski pemerintah desa setempat sudah lama mengusulkan mereka.

Kepala Desa Sintung, Herman menyatakan, puluhan warga yang masih tidur di bawah tenda tersebar di beberapa dusun seperti Dusun Selakan, Dusun Dasan Telage, Sintung Timur, dan Dusun Pidada. Pihaknya berharap agar pemerintah bisa memperhatikan nasib warga mereka yang sudah bertahun-tahun tak kunjung mendapat bantuan. “Kami tidak henti-hentinya bernegosiasi atau menjemput bola kepada dinas terkait di Pemkab Lombok Tengah. Puluhan KK masih membutuhkan perhatian karena mereka masih tidur di bawah tenda,” ungkap Herman saat ditemui di Hotel D-Max, Senin (23/4).

BACA JUGA :  Tiga Sopir Truk Proyek Mandalika Ditangkap

Herman menambahkan, beberapa waktu lalu ia sudah bertemu langsung dengan Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah untuk membicarakan permasalahan warga ini. Wabup berjanji akan turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang masih tidur di bawah tenda. Pihaknya berharap kedepannya akan ada solusi dari pemda. “Informasi yang kita dapatkan pemda akan mengusahakan agar warga di beberapa dusun yang masih tidur di tenda ini bisa dibuatkan rumah. Baik dari sisi pembangunan baru ataupun dari sisi rehab. Karena saat ini sekitar 25 rumah yang belum mendapatkan perhatian,” terangnya.

Dari 25 rumah ini, ada 15 rumah yang kondisinya sangat rusak parah dan mereka masih hidup dibawah terpal. Pihaknya berharap kepada Pemda maupun Pemprov NTB bisa turun tangan membantu. Mengingat dana desa (DD) yang mereka kelola tidak bisa dialokasikan untuk bantuan tersebut. “Fase penanganan bencana dulu, kami sudah kirimkan data sekitar 850 KK. Tetapi kemungkinan 25 KK yang masih tersisa ini belum rezekinya. Karena sudah berulangkali kita kirimkan dalam bentuk proposal hingga mencantumkan rumah warga ini tetapi tidak kunjung mendapatkan bantuan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Loteng Masuk Zona Kekeringan Terparah

Belum diketahui secara pasti penyebab masih adanya warga yang rumahnya belum diperbaiki ini. Padahal berbagai persyaratan yang sama dengan warga yang mendapatkan bantuan juga sudah dilakukan. “Dari 800-an rumah warga yang rusak, tahun kemarin ada 30 rumah yang mendapat bantuan dari berbagai sumber. Termasuk ada 8 unit rumah berupa rehab, makanya yang tersisa hanya tinggal 25 unit,” tegasnya. (met)