PT ESL Keluhkan Kerbau Masuk Areal Perusahaan

RAPAT : Pemkab Lotim bersama Pemprov dan PT ESL membahas perkembangan investasi di wilayah selatan Lotim belum lama ini.(M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG– Pengembangan wilayah selatan Lombok Timur oleh investor masih dihadapkan dengan sejumlah kendala.

PT Eco Lombok Solution (ESL), misalnya, mengeluhkan kerbau peternak setempat yang kerap memasuki areal perusahaan. Kondisi itu pun telah disampaikan oleh PT ESL ke Pemkab Lombok Timur. ” PT ESL yang berinvestasi di kawasan selatan mengeluhkan kerbau yang memasuki kawasan perusahaan. Tak kurang dari 800 ekor kerbau merumput di lokasi perusahaan tersebut yang mengakibatkan kerusakan,” kata Sekda Lotim HM Juaini Taofik belum lama ini.

BACA JUGA :  325 Kilometer Jalan di Lotim Butuh Perbaikan

Ia mengatakan, perusahaan ini juga mengaku menghabiskan dana tidak kecil untuk membongkar kandang kerbau ilegal di lokasi yang sama. Karenanya mewakili Pemkab Lotim ia menawarkan solusi yaitu dengan menyediakan lahan seluas sepuluh hektar untuk penggembalaan kerbau-kerbau itu.”Solusi tersebut telah ditawarkan kepada para pemilik kerbau dan dapat diterima. Sayangnya Pemkab menemui kendala karena belum menemukan lahan yang cocok,” terangnya.

Rencana lahan yang akan dimanfaatkan yakni lahan di luar kawasan hutan Sekaroh yang merupakan cikal bakal hutan desa. Peternak nantinya akan diarahkan untuk menggembala di kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Penjual Miras Kena Denda Rp 2 Juta

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim, Muhammad Nur, menambahkan, langkah ini dilakukan sementara adanya solusi jangka panjang yang menguntungkan bagi semua pihak. Ia mengingatkan potensi penggembalaan kerbau yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu atraksi dalam upaya pengembangan pariwisata kawasan selatan.” Bagaimanapun mempermudah investasi tidak harus meninggalkan kearifan lokal atau meninggalkan kepentingan pihak lainnya,” tandasnya.(lie)