Program Profesi Keahlian Ganda Jalan di Tempat

Program Profesi Keahlian Ganda Jalan Ditempat
KEAHLIAN GANDA: Para guru peserta Program Keahlian Ganda beberapa waktu lalu ketika mengikuti kegiatan opening ceremony. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Muhammad Suruji menyebut, perkembangan program Profesi Keahlian Ganda yang dicetuskan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud RI masih jalan ditempat. Program ini malah dianggap seperti gali lubang tutup lubanga.

“Sampai saat ini prosesnya masih pada tahap istilah IN 2 dan arahnya belum diketahui pasti. Karena guru-guru yang ikut pada program ini adalah guru yang sudah memiliki jam pelajaran di sekolah-sekolah tertentu,” katanya, Senin (11/9).

Suruji juga mengaku tidak begitu paham dengan program pusat tersebut. Mengingat arah program ini dianggap membingungkan. Perkembangannya sampai saat ini masih pada tahap pemberian materi dari tutor-tutor yang sudah ditugaskan pusat.

Ia juga membeberkan keanehan dalam Program Profesi Keahlian Ganda tersebut, guru yang sudah memiliki jam pelajaran, ikut juga sebagai peserta pada alih fungsi atau profesi keahlian ganda. Padahal sebelumnya para guru itu adalah guru adaptif.

Namun setelah mengikuti program tersebut tiba-tiba akan menjadi guru produktif. Padahal kenyataan di NTB ini, untuk guru normatif, adaptif dan apalagi produktif sudah sangat kekurangan.