Dikpora NTB Revitalisasi Program Keahlian di SMK

H. Muhammad Suruji (Lukman/Radar Lombok)

MATARAM—Menjamurnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang membuka program keahlian keperawatan/kesehatan mendapat perhatian Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB. Pasalnya, peluang kerja yang tersedia untuk tenaga keperawatan sangat minim.

“Program keahlian yang ada di SMK sekarang ini mulai Januari 2017 akan direvitaliasi ulang,” kata Kepala Dinas Dikpora NTB, H. Muhammad Suruji, Rabu (23/11).

Itu disampaikan Suruji mengingat  tingginya jumlah pengangguran yang disumbang lulusan SMK di NTB. Pengangguran ini disebabkan, pembukaan program keahlian tanpa melalui pertimbangan peluang kerja di daerah.

“Penataan program keahlian di SMK ini harus betul-betul melihat peluang kerja dan ketersediaan guru produktif,” kata Suruji.

Mantan kepala BKD NTB ini mengakui menjamurnya SMK yang membuka program keahlian keperawatan tidak didukung peluang kerja. Selain itu, fasilitas pembelajaran seperti alat kesehatan dan laboratorium pendukung lainnya juga jauh dari harapan.

Ia berjanji, begitu pendidikan menengah baik itu SMA dan SMK sudah menjadi kewenangan Dinas Dikpora NTB awal Januari 2017 mendatang, program keahlian di SMK akan dikaji ulang. Bahkan pihaknya tak segan-segan akan menutup program keahlian yang dinilai ‘mubazir’ dan terkesan hanya menumpuk calon pengangguran.

“Bisa saja nanti program keahilan di SMK yang tidak produktif akan kita tutup,” ujarnya.

Di NTB, SMK yang membuka program keahlian keperawatan cukup tinggi dan sebagian besar dilakuan oleh yayasan dan pondok pesantren. Disaat bersamaan, lulusan sarjana kesehatan yang dihasilkan Perguruan Tinggi Kesehatan yang juga menjamur di NTB juga alumninya tak sedikit menggangur.

“Tak hanya SMK kesehatan, program keahlian lainnya juga perlu dievaluasi. Sehingga kedepan lulusan SMK itu tidak lagi menjadi penyumbang terbesar pengangguran,” tutupnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid