Petugas Tak Profesional, Bayi Meninggal, Wabup Kesal

TANJUNG-Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sarifudin mengaku sangat kecewa terhadap pelayanan medis di Puskesmas Kayangan, khususnya terhadap seorang ibu hamil yang diketahui mengandung lebih dari 10 bulan. Di mana anak si ibu tersebut, kini sudah meninggal. Sarifudin pun melakukan sidak ke Puskesmas Kayangan pada Kamis (28/7) kemarin, dan menasihati petugas medis yang melayani serta petugas medis lainnya.

Kronologis kejadian diungkapkannya, ibu ini datang ke Puskesmas Kayangan pada Selasa (26/7), karena bukaannya dianggap belum cukup, maka belum bisa dirujuk ke RSUD Tanjung. Baru kemudian bukannya dirasa cukup dan dirasa tidak bisa melahirkan secara normal di Puskesmas Kayangan, langsung dirujuk ke RSUD Tanjung. Di RSUD Tanjung kemudian dilakukan operasi Caesar untuk mengeluarkan si bayi. Namun nampaknya bayi tersebut diduga keracunan air ketuban dan perlu perawatan lebih lanjut. Sehingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang ada di Mataram untuk penanganan lebih lanjut. “Tapi anak ini meninggal di Mataram,” terangnya usai melakukan sidak di Puskesmas Kayangan, saat ditemui di Kantor Bupati KLU, kemarin.

BACA JUGA :  Ibu Tega Telantarkan Anak di Rumah Sakit

Sarifudin sendiri mengikuti terus perkembangan informasi pelayanan medis ibu dan bayinya ini, karena keluarga ibu tersebut juga terus menghubunginya. Terlebih dengan adanya keluhan ketiadaan kartu BPJS si anak untuk bisa mendapatkan perawatan gratis di NICU. “Saya bilang, selamatkan nyawa anak itu dulu, urusan biaya bisa diurus belakangan,” cerita Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB ini.

Namun dalam kejadian ini sendiri kata Sarifudin, yang sangat disesalkan adalah ketidakprofesionalan petugas medis yang merawat ibu tersebut di Puskesmas Kayangan. Sudah tahu ibu tersebut hamil lebih dari 10 bulan, memiliki resiko, maka sudah seharusnya lah diberikan penanganan yang betul-betul dan bila perlu melakukan rujukan dari awal. “Apalagi jarak dari Puskesmas Kayangan ke Tanjung itu jauh,” terangnya.

Sarifudin pun meminta kepada Dinas Kesehatan KLU untuk menempatkan petugas medis seperti bidan yang betul-betul profesional di Puskesmas. Sehingga ibu hamil yang hendak melahirkan pun bisa mendapatkan pelayanan yang betul-betul maksimal pula. “Kita minta agar ditempatkan bidan yang benar-benar profesional dan berpengalaman. Kasian ibu hamil jika bidannya tidak profesional,” tandasnya. (zul)