Persiapan MTQ Nasional Jauh Dari Harapan

MATARAM – Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi kecewa dengan persiapan pelaksanaan  Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional XXVI yang akan digelar mulai tanggal 27 Juli 2016 mendatang.

Berbagai persiapan yang seharusnya telah tuntas masih dalam pengerjaan. Hal itu terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) tentang MTQ yang dilaksanakan di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur, Selasa kemarin (12/7).

Beberapa persoalan yang membuat Gubernur kecewa seperti surat undangan yang sampai saat ini belum dikirim. Padahal acara nasional sebesar MTQ yang akan dimulai tanggal 27 Juli seharusnya surat undangan sudah diantar. “Seharusnya surat undangan sudah dikirim, malah sampai sekarang belum,” katanya di hadapan seluruh pejabat eselon II Pemprov NTB.

Selain soal surat undangan, yang menjadi perhatian Gubernur juga tentang tempat duduk ratusan ulama dunia yang akan hadir dalam pembukaan MTQ. Mengingat jumlah tempat yang disediakan hanya untuk 150 orang saja baik itu VIP maupun VVIP. Sementara tamu undangan penting sangat banyak, jangan sampai tidak ada tempat duduk.

Gubernur meminta nama-nama undangan yang akan mengisi tempat duduk VIP dan VVIP didata. Hal itu dinilai sangat penting agar tidak kelabakan nantinya. Terlebih lagi pelaksanaan MTQ tinggal menunggu hari, seharusnya nama-nama itu sudah ada.

Soal kendaraan untuk panitia pusat juga tidak luput menjadi pembahasan. Pasalnya, dari 82 mobil yang dibutuhkan, sampai saat ini yang sudah tersedia hanya 42 mobil saja. “Saya minta mobil-mobil yang ada di SKPD ditarik saja untuk sementara biar cukup,” perintahnya.

Gubernur menekankan agar dilakukan persiapan serius dan matang.

“Ini soal citra kita, bila perlu nanti saat pelaksanaan MTQ itu ada ribuan siswa yang serakalan,” katanya.

Belum lagi berbicara publikasi MTQ yang masih jauh dari harapan. Gubernur sendiri meminta agar pelaksanaan MTQ benar-benar dipublikasikan dengan baik. Apalagi sudah menjadi komitmen bersama untuk menjadikan MTQ di-NTB berkesan bagi seluruh peserta.

Untuk mengetahui persis persiapan menyambut MTQ, Gubernur bersama Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin dan jajaran langsung melakukan peninjauan lokasi. Apa yang dilihatkannya kembali jauh dari harapan.

Islamic Center (IC) sebagai pusat pelaksanaan MTQ masih dalam tahap pengerjaan fisik. Halaman masjid belum tuntas dipasang papin blok, pagar masjid juga dalam proses. Padahal seharusnya panggung utama sudah mulai ada dipersiapkan.Parahnya lagi, pekerja yang ada hanya sedikit. Padahal untuk bisa menuntaskan pekerjaan tersebut dibutuhkan tenaga lebih banyak.  “Tolong saya minta ini segera dituntaskan, pelaksanaan MTQ sebentar lagi,” ucapnya

BACA JUGA :  MTQ ke-27 Tingkat Kota Mataram Resmi Digelar

Kepala Dinas PU Magma Ardhi diminta penjelasan terkait dengan pengerjaan papin blok yang belum selesai dipasang menjelaskan, kalau pengerjaan atau kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya sampai dengan batas yang ditentukan. Pihaknya akan menggunakan cara lain agar lokasi utama MTQ terlihat indah." Kalau tidak selesai pemasangan paping, nanti kita pakai pengerasan." tegasnya.

Pemakaian pengerasan kontruksi tanah akan dipakai oleh dinas PU, kalau pemasangan paping memang tidak bisa diselesaikan. " Kita akan buat sebagus mungkin, teknisya sudah kita siapkan" jelas Ardhi ke Gubernur.

Selain meminta kejelasan penataan lokasi utama, Gubernur juga meninjau lokasi tempat pagelaran pameran yang ada utara IC. Dalam kesempaatan ini, Gubernur masih merasa dibuat belum puas lantaran lokasi pameran yang juga sampai saat ini belum ada progres pekerjaannya." Pokoknya harus selesai sampai batas waktu yang ditentukan." tegasnya.

Wakil Gubernur H Muhammad Amin mengaku dengan progres persiapan MTQ yang tinggal 2 minggu pihaknya mengaku kecewa dengan kinerja pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap persiapan MTQ." Sebagai masyarakat dan pimpinan kecewa melihat persiapan seperti ini," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada SKPD yang bertanggung jawab untuk kerja lebih cepat lagi dan mengejar target penyelesain persiapan MTQ." Harus dipercepat agar tidak membuat malu tuan rumah," tegasnya.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh tidak kalah gregetan melihat persiapan fisik di IC ini. Dikatakan, pengerjaan persiapan di IC  tidak dengan sepenuh hati padahal pelaksanaan MTQ sudah dekat." Coba lihat itu yang pasang paping cuma 4 orang, bagaimana mau cepat selesai masangnya," keluh Ahyar.

Belum lagi petugas yang melakukan pengecetan juga hanya 1 orang seperti layaknya proyek kecil saja. Seharusnya kata Ahyar pekerja ditambah agar pekerjaan bisa cepat selesai, jangan justru dikerjaan seperti ini.

Ia  mengakui bahwa persiapan di lapangan baru hanya mencapai 50 persen saja. “Ini sih baru 50 persen namanya, tidak cocok kita sebut 90 persen,” ucapnya.

Ia selaku panitia merasa memiliki tanggungjawab yang besar atas persiapan ini. Oleh karena itu, Ahyar tidak mau tahu apapun alasannya, semua persiapan di lapangan harus tuntas paling lambat tanggal 20 Juli. “Saya tidak ingin bilang persiapan kita jauh dari harapan. Tapi intinya saya minta semua sudah tuntas paling lambat tanggal 20 Juli,” tandasnya.(zwr/ami)