Pergantian Nama BIL Menguap

Bandara Internasional Lombok
MOLOR : Wacana pergantian nama BIL molor karena masih adanya pro dan kontra di masyarakat. (dok/)

MATARAM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sejak beberapa waktu lalu mewacanakan pergantian nama Bandara Internasional Lombok (BIL) dengan nama tokoh pahlawan nasional, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Pergantian nama tersebut rencananya akan diumumkan pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) NTB ke-59, 17 Desember lalu. Realitanya, pergantian nama tersebut menguap begitu saja.  “Saya yakin mayoritas masyarakat sepakat untuk mengganti nama BIL. Tapi kok sekarang tidak jelas gini, padahal dulu sangat kuat aspirasi itu,” ujar Wakil Ketua  DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi kepada Radar Lombok Senin kemarin (18/12).

Menurutnya, aspirasi masyarakat telah dibawa juga ke rapat paripurna DPRD NTB. Dalam forum tertinggi wakil rakyat tersebut, telah disepakati pergantian nama BIL. Pimpinan DPRD menyampaikan aspirasi tersebut untuk ditindaklanjuti oleh gubernur NTB dan jajarannya.

BACA JUGA :  Pembayaran Aset di BIL Bisa Dicicil

Oleh karena itu, Mori menilai perlu mengingatkan kembali pihak eksekutif. Jangan sampai aspirasi kuat dari masyarakat yang ditindaklanjuti melalui forum tertinggi DPRD, menguap begitu saja. “Kami sudah memberi usulan dari sidang paripurna, jadi mari kita perjuangkan bersama-sama pergantian nama BIL,” katanya.

Informasi yang didapatkan Radar Lombok, pergantian nama BIL dengan nama tokoh nasional belum diusulkan hingga saat ini ke Kementerian Perhubungan. Hal itu disebabkan masih adanya pro dan kontra di tengah masyarakat.”Usulan perubahan nama bandara BIL jangan sampai menjadi polemik. Perlu semua unsur utamanya para stake holder untuk duduk bersama mencari kesepakan,” saran Mori.

DPRD Provinsi NTB sendiri sangat siap menjadi fasilitator pergantian nama BIL. Semua pihak bisa diajak duduk bersama untuk membicarakan masalah tersebut. Apabila semua pihak yang berbeda pendapat sudah duduk bersama, tentunya akan ditemukan solusi-solusi terbaik dalam menyikapi perbedaan pendapat yang ada. “Intinya komunikasi, harus kita bicarakan. Kalau didiamkan, ya gak akan selesai,” ucap Mori.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H Rosiady Sayuti yang dikonfirmasi Radar Lombok, mengakui jika saat ini pergantian nama BIL masih dalam tahap komunikasi dengan masyarakat. Rencana pergantian nama bisa selesai pada HUT NTB, tidak bisa diwujudkan karena adanya berbagai kendala.

Disampaikan, dirinya bersama gubernur NTB TGH M Zainul Majdi sangat ingin nama BIL secepatnya bisa berganti. Bahkan gubernur telah memberikan instruksi khusus agar pergantian tersebut segera terlaksana, dengan catatan tanpa ada polemik. “Mau kita memang di HUT kemarin kita umumkan pergantian nama, tapi kan ada prosesnya. Dan saat ini masih sedang berjalan, kita terus berdialog dengan masyarakat,” terang Rosiady.

BACA JUGA :  Gunung Agung Bali Berstatus Siaga, Pemerintah Antisipasi BIL Terganggu

Sejauh ini, komunikasi dengan masyarakat telah dilakukan hampir 5 kali. Adanya perbedaan pendapat, tentu dihargai dengan baik. Itulah arti pentingnya komunikasi, untuk menyatukan persepsi atas rencana pergantian nama BIL.

Komunikasi yang intens dengan masyarakat, dilakukan untuk menghindari pro dan kontra. Rosiady tidak ingin, nantinya akan ada penolakan setelah Surat Keputusan (SK) pergantian nama keluar. “Terutama dengan masyarakat di lingkar bandara, terus kita lakukan pendekatan. Jangan sampai nantinya ada masalah, makanya saat ini kita masih lakukan pendekatan,” kata Rosiady. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut