Peresmian PPN Awang Belum Pasti

BELUM PASTI : Inilah kondisi PPN Teluk Awang saat ini yang akan diresmikan oleh Presiden, namun belum bisa dipastikan mengingat beberapa fasilitas belum tersedia. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Janji Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang akan meresmikan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Awang di Lombok tengah belum pasti. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak kekurangan PPN tersebut untuk bisa beroperasi normal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, Lalu Hamdi mengungkapkan, sampai saat ini belum ada komunikasi intensif terkait rencana menteri Susi yang akan membawa Presiden RI Joko Widodo datang ke PPN Awang tahun 2017 ini. “Katanya kita akan diundang untuk bicarakan masalah itu, tapi tidak tahu kapan,” ungkap Hamdi kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (4/1).

Disampaikan, sebelum peresmian tentunya harus ada pertemuan yang membahas PPN Awang secara menyeluruh. Mengingat, banyak hal yang menjadi kekurangan PPN Awang untuk dilengkapi agar bisa beroperasi dengan baik.Berbagai kekurangan PPN Teluk Awang saat ini, diantaranya pabrik es, cold storage dan Solar Pacet Dealer untuk Nelayan (SPDN). “Nanti semua  itu akan bicarakan dulu dengan pemerintah pusat, pokoknya terkait operasional PPN Awang,” kata Hamdi.

Cold storage merupakan ruangan yang dirancang dengan kondisi suhu tertentu dan digunakan untuk menyimpan berbagai macam produk seperti ikan. Tujuannya untuk mempertahankan kesegaran dan kandungan materialnya. Cold storage harus ada untuk menunjang operasional PPN Awang.

[postingan number=3 tag=”kriminal”]

Pembangunan PPN Teluk Awang sebenarnya telah dimulai sejak 2004 dan awalnya ditargetkan bisa rampung tahun 2014. Anggaran yang telah digelontorkan dari APBD maupun APBN sudah sangat besar mencapai Rp 116 miliar. “Harapan kita tentu PPN Awang bisa tahun ini diresmikan dan beroperasi,” ucap Hamdi.

Sejak lama, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri terus memberikan suntikan dana untuk pembangunan PPN Awang. Pada tahun 2011, melalui Ditjen Perikanan Tangkap (DJpT) pernah menganggarkan sebesar Rp 3,6 miliar. Kemudian tahun berikutnya Rp 29,49 miliar.

Berbagai fasilitas yang telah dibangun seperti pelabuhan seluas 6 hektar, gedung pertemuan, lantai jemur, jalan area pelabuhan, tempat pelelangan ikan, trestel beton sepanjang 301 meter persegi dan juga kantor administrasi pelabuhan. “Kita masih kekurangan es, cold storage dan SPDN. Itu yang ingin kita upayakan,” ujarnya.

Ditanya terkait jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan yang ada, Hamdi belum bisa menyebutkannya. Namun semua itu akan dibicarakan dengan pemerintah pusat. “Makanya kita akan bicara dengan pusat dulu,” katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat berkunjung ke PPN Teluk Awang, 15 Desember lalu berjanji akan membawa Presiden Jokowi pada awal tahun 2017 untuk meresmikan beroperasinya PPN Awang.

Dikatakan, telah ada investor dari Rusia, Black Space yang akan mengembangkan PPN Teluk Awang. investor tersebut akan bekerjasama dengan Perikanan Indonesia (Perindo) dan Perikanan Nusantara (Perinus). “Kalau PPN Awang sudah beroperasi, tentu bisa meningkatkan kualitas hidup nelayan dan masyarakat sekitar. Makanya tahun depan kita resmikan dengan pak Presiden,” janjinya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid